0

Dia adalah pusaka sejuta umat manusia yang ada di seluruh dunia

Duaaarrrrr, wusssshhhh, ssssshhhhhhhhh

Awan hitam masih menggulung di angkasa. Kucuran hujan tak henti – hentinya turun dari langit. Suara petir yang memekikan telinga. Kilatan cahaya yang membuat kita terkejut. Sampai kapankah ini akan terjadi ? Takkan pernah ada yang tau sampai kapan, mungkin sampai manusia mengubah cara mereka berteman dengan alam.

Sering dari mereka yang selalu berkata “Kami rindu Nona Cerah yang selalu menyapa di pagi hari, tapi kenapa setiap sore selalu datang Tuan Hujan bersama kedua rekannya, Si Petir & Si Kilat. Kali ini mereka datang membawa kemarahan”.

Gravitasi menyebabkan air berkumpul di tempat yang lebih rendah. Jalanan kini berubah menjadi genangan air hasil dari limpahan hujan yang mendarat lebih awal di tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Rasanya susah sekali untuk berjalan di dalam genangan air tersebut di karenakan beratnya langkah kaki yang tertahan oleh air. Lagi – lagi keluhan keluar dari mulut seorang ‘manusia’ : “Kenapa sih jalanan jadi becek gini, banjir dimana – mana, kalo gini kan gue jadi susah buat pergi kemana – mana!” -Read More>

Iklan