6

Ikut Meet up 30HariBercerita cabang Jakarta

20180218_160440

Foto : Aga Ridwan

Event #30HariBercerita sesi ketiga selama Januari 2018 telah tuntas. Namun belum dengan kerinduan. Masih ada rindu yang belum tuntas, kerinduan akan pertemuan antar para pencerita. Di tahun ini, saya berkesempatan untuk hadir dalam kopi darat yang diadakan oleh para penggagas @30haribercerita . Jakarta, Bandung, Surabaya dan Jogjakarta adalah titik temu yang dirasa bisa mengakomodir kerinduan para pencerita. Beberapa kota lain bisa merapatkan barisan pada salah satu kota terdekat. Dari empat titik temu, saya memilih Jakarta sebagai tempat untuk bertemu dengan teman – teman karena lebih dekat dengan posisi saya yang berada di Bekasi.

Foto : Aga Ridwan

Sore yang cerah di Cikini memang cocok buat bercengkerama bersama teman baru. Bertempat di Taman Ismail Marzuki, kurang lebih empat puluh lima orang siap berbagi pengalaman masing – masing dalam mengikuti event 30HariBercerita. Diawali oleh Gladhys, cerita bersambung kepada teman lain yang suratnya dibacakan. Orang yang suratnya dibacakan, harus bercerita mengenai diri sendiri dan juga kesan ikut program ini. Sekitar sepuluh surat berhasil dibacakan, sisanya dibagi secara acak karena waktu yang cukup terbatas. Beruntungnya, surat saya terpilih untuk dibacakan oleh salah satu peserta @ninuksawitri. Begini isi tulisan ‘Salam’nya:

Hai semuanya! Selamat sore,

Perkenalkan, saya Ridwan Nugraha, biasa dipanggil Aga. Tinggal di Bandung, kerja di Bekasi, dan sekarang lagi main ke Cikini. Cikini (dan nanti) adalah tempat favoritku buat nonton film di bioskop Metropole deket stasiun. Bangunannya asik, tempatnya nyaman dan banyak kenangan, eh~ haha.

Ini kali pertama lagi saya ikut meet up dengan satu komunitas. Dua tahun saya absen ikut kegiatan seperti ini karena belum bertemu dengan satu komunitas yg cocok di Bekasi. Dunia (duo) Maya telah membawaku pada 30HariBercerita, hingga hari ini ada disini. Beberapa teman ada yang saya kenal dari komunitas berkirim kartupos, dari blog, ataupun teman di lingkungan sekitar. Kebanyakan, baru saya kenal di program ini.

Saya suka musik, foto dan film. Awalnya kegiatan menulis bukan menjadi favorit saya, karena saya termasuk manusia yang jarang sekali membaca buku dan gak pernah kepikiran buat nulis – nulis. Sampai pada akhirnya, karya Dewi Lestari berhasil menggugah minat saya untuk membaca dan menulis. Lewat 30HariBercerita, saya bisa menuangkan apa yang saya ingin ceritakan, karena saya tidak terbiasa untuk berbagi cerita secara langsung. Saya lebih senang bercerita lewat aksara. Rasanya kegiatan menulis ini menjadi favoritku sampai saat ini.

Salam,

Aga Ridwan.

Ilustrasi. Foto : Aga Ridwan

Acara berlanjut pada tulisan berantai. Tulisan berantai adalah sebuah tulisan yang dibuat dengan cara meneruskan cerita dari paragraf yang ditulis oleh orang sebelumnya. Total ada sembilan kelompok yang masing – masingnya berisi lima orang. Saya (@aga_ridwan) berkelompok bersama @tulis_in @ejie_belula @robiaawiya dan @sucilarassaty. Cerita ini berisi awalan kata ‘Pergi ke …’ dan selanjutnya diisi oleh kami berlima secara berantai. Begini isi suratnya :

Pergi ke negeri Pluto. Penuh sesak, debu dan selalu saja tersesat. Aku tak pernah bisa menghapal jalan, petunjuk yang diberikan kerap tak sampai pada otakku yang out of the box. Nyasar!

Namaku Nyit-nyit….. Aneh sih, itu pemberian orangtuaku. Aku suka perjalanan walau kadang lelah, tersesat, dan lupa jalan pulang. Walaupun aku lupa jalan pulang, beruntung ibu bapak masih menerima sebagai anak, hahaha.

Aku suka sekali sendirian, main gitar diatas pohon, pergi ke tempat baru, dan semuanya sendirian. Tidak, bukan berarti aku tidak suka keramaian. Tapi, sendiri aku, bisa jadi diri sendiri. Hei jangan salah, aku punya banyak banyaaaaaak sekali teman. Mereka asik, suka sekali bercanda, haha.

Dengan sendiri, aku bisa bertemu dengan canda pohon dan rerumputan. Bisa menyapa hujan dan rimbun hutan. Sendiri memang menyenangkan.

Pernah satu kali nyasar ke satu kota yang dijuluki kota kembang. Disana aku bertemu Dilan, Dilan yang saat ini lagi tenar di Indonesia. Aku ajak Dilan main ke negeri Pluto, sebenernya modus buat dianterin nyari jalan pulang pakai motor kerennya. DItengah jalan, aku dicegat Milea, dia bilang “Jangan pergi Dilan, nanti aku rindu.” Rindu itu berat, rinso itu menyenangkan buat nyuci.

Nyit-nyit Club. (kiri ke kanan) Robiatul, Suci, Ejie, Aga, Arista. Foto : @ockirio

Meet up kali ini membawa kesegaran tersendiri untukku. Senang bisa merasakan ‘rasa’ komunitas kembali. Sharing mengenai hal yang sama – sama kita suka, sharing mengenai pengalaman selama kita menjalani program ini, sampai sharing mengenai kesukaan masing – masing diluar program ini. Seperti ada nyawa baru yang masuk kedalam diri, saya merasa hidup kembali. Terimakasih teman – teman 30HariBercerita, senang berjumpa dengan kalian.

IMG-20180218-WA0010

Foto : @ockirio

Sebuah catatan yang ditulis saat perjalanan pulang diatas kereta, dari stasiun Cikini ke stasiun Bekasi.

Iklan
0

#MenuliskanTemanMenuliskanKenangan

“Coba sehari saja.

Satu hari saja.

Kau jadi diriku.”

Begitulah sebait lagu Tulus yang berjudul Tukar jiwa. Bagaimana rasanya menjadi seseorang dan menceritakan sebuah cerita yang belum pernah dibagi dengan teman atau sahabat sendiri? Rasanya menarik untuk digali. Aku tertarik untuk bercerita dari sudut pandangmu.

Jadi, aku punya project untuk menantang diri demi konsistensi belajar menulis dan efek belum bisa move on dari keseruan awal Januari bersama 30 hari bercerita. Temanya bebas, aku mengikuti alur dari cerita teman -teman yang aku tanya – tanya dan bersedia ceritanya dipublikasikan dengan nama samaran (untuk menjaga kerahasiaan jika ada sesuatu yang terlalu pribadi baginya).

Cukup berjalan mulus diawal, karena yang kutanya adalah orang – orang yang kesehariannya ada di sekitarku. Berlanjut kepada beberapa teman yang ditanya – tanya lewat pesan pribadi karena jarak yang memisahkan kami. Sedikit terdapat kesulitan ketika apa yang ditanya dan dijawab kadang gak sesuai. Namun, mereka mampu menyampaikannya dengan cukup baik meskipun waktu yang diambil terputus – putus dan sedikit lama karena kesibukan masing – masing.

Senangnya mencoba project ini jadi bertambah karena Fasya Aulia, teman yang kukenal lewat blog pribadinya mau ikut meramaikan tagar #MenuliskanTemanMenuliskanKenangan ini. Katanya dia ingin mengingat apa yang teman -temannya sampaikan, setidaknya dalam satu bentuk tulisan karena batas usia seseorang tak ada yang pernah tahu.

Aku post semua cerita #MenuliskanTemanMenuliskanKenangan  di Instagram, tapi aku juga merangkumnya dalam tulisan ini. Bisa di klik tombol read more untuk membaca semua tulisannya. Kalau bersedia bergabung untuk meramaikan juga, boleh banget lho. Selamat bercerita 🙂

#1 Baca lebih lanjut