0

Surat Untuk Februari Vol. 3 – 2018

Berawal dari ajakan Cemara, teman yang kukenal lewat komunitas Card to post, aku ikut menuliskan sebuah surat di bulan Februari 2018. Acara ini digagas oleh komunitas Pecandu Buku yang bekerjasama dengan Eiger. Dalam event ini, kita diharuskan menulis sebuah surat yang ditujukan kepada diri sendiri sebagai tantangan yang diberikan.

Saya mencoba menuliskan surat mengenai

Baca lebih lanjut

Iklan
0

#MenuliskanMusik

Musik dan lirik bertransformasi menjadi sebuah lagu. Kadang kamu suka musiknya, lalu suka liriknya ataupun sebaliknya. Tergantung mana yang lebih dulu menyentuh perasaanmu. Entah itu perasaan senang, sedih, ataupun marah. Pernahkah mendengarkan satu lagu secara berulang, lalu mendapatkan sebuah inspirasi dari lagu tersebut?

Belakangan ini sering muncul keresahan untuk membuat sesuatu ketika mendengarkan sebuah lagu favorit yang relate pada saat itu. Aku mencoba menuliskan sebuah cerita fiksi dari lagu yang nyangkut dikepala, yang membuatku merasa terinspirasi. Alurnya bisa mengikuti alur lirik yang ditulis oleh penulis lirik lagu tersebut atau bisa jadi jauh berbeda namun tetap dengan tema yang sama. Sejujurnya aku sedang menantang diri untuk sebanyak mungkin membuat tulisan. Mencoba menyalurkan semua kekecewaanku terhadap ekspektasi yang pernah aku bayangkan. Aku ingin terus melangkah maju. Aku ingin terus bergerak. Aku ingin terus berkarya dengan apapun yang bisa aku lakukan. Salahsatunya dengan cara menuliskan sebuah cerita yang terinspirasi dari sebuah lagu. Semua cerita aku post di instagramku @aga_ridwan dengan tambahan artwork warna – warni buatanku sendiri. Aku merangkum semua ceritaku di post ini supaya arsipnya lebih rapi. Selamat membaca. Ditunggu ide, koreksi dan partisipasi kamu juga ya 🙂

#1

Baca lebih lanjut

0

#MenuliskanTemanMenuliskanKenangan

“Coba sehari saja.

Satu hari saja.

Kau jadi diriku.”

Begitulah sebait lagu Tulus yang berjudul Tukar jiwa. Bagaimana rasanya menjadi seseorang dan menceritakan sebuah cerita yang belum pernah dibagi dengan teman atau sahabat sendiri? Rasanya menarik untuk digali. Aku tertarik untuk bercerita dari sudut pandangmu.

Jadi, aku punya project untuk menantang diri demi konsistensi belajar menulis dan efek belum bisa move on dari keseruan awal Januari bersama 30 hari bercerita. Temanya bebas, aku mengikuti alur dari cerita teman -teman yang aku tanya – tanya dan bersedia ceritanya dipublikasikan dengan nama samaran (untuk menjaga kerahasiaan jika ada sesuatu yang terlalu pribadi baginya).

Cukup berjalan mulus diawal, karena yang kutanya adalah orang – orang yang kesehariannya ada di sekitarku. Berlanjut kepada beberapa teman yang ditanya – tanya lewat pesan pribadi karena jarak yang memisahkan kami. Sedikit terdapat kesulitan ketika apa yang ditanya dan dijawab kadang gak sesuai. Namun, mereka mampu menyampaikannya dengan cukup baik meskipun waktu yang diambil terputus – putus dan sedikit lama karena kesibukan masing – masing.

Senangnya mencoba project ini jadi bertambah karena Fasya Aulia, teman yang kukenal lewat blog pribadinya mau ikut meramaikan tagar #MenuliskanTemanMenuliskanKenangan ini. Katanya dia ingin mengingat apa yang teman -temannya sampaikan, setidaknya dalam satu bentuk tulisan karena batas usia seseorang tak ada yang pernah tahu.

Aku post semua cerita #MenuliskanTemanMenuliskanKenangan  di Instagram, tapi aku juga merangkumnya dalam tulisan ini. Bisa di klik tombol read more untuk membaca semua tulisannya. Kalau bersedia bergabung untuk meramaikan juga, boleh banget lho. Selamat bercerita 🙂

#1 Baca lebih lanjut

0

#30HariBercerita Sesi Ketiga – 2018

30haribercerita_bdii4habjno313899729.jpg

credit image : instagram.com/30HariBercerita

Namanya Aidan, biasa dipanggil Ei, tapi awas jangan dipanggil Ai, nanti dia cemberut. Hobinya mencoba berbagai kuliner yang ada disekitarnya, seblak adalah favoritnya.

Januari hadir kembali, dua ribu delapan belas adalah kali ketiga gelaran 30 Hari Bercerita di instagram, kali ketiga pula aku ikut gelaran ini. Dua gelaran sebelumnya aku bercerita mengenai kehidupan sehari – hari, temanya bisa random banget. Tahun ini, aku mencoba untuk membuat cerita fiksi setiap harinya dan berkaitan antara satu hari ke hari berikutnya, semacam cerita bersambung gitu ala Aroma Karsa Dewi Lestari dan di posting di instagram @aga_ridwan, monggo di follow ya akun instagramku.

Bagi yang baru tahu dan mau ikut gabung, atau sekedar penasaran, bisa klik akun instagtam @30haribercerita untuk informasi cara gabung dan cara mainnya. Mari bercerita 🙂

Kalo mau baca rangkuman 30 Hari Bercerita 2018 punyaku, bisa dibaca dibawah ini, lengkap ada 30 cerita. Kalo yang mau lihat ilustrasi dari setiap cerita yang aku buat, bisa lihat di @aga_ridwan, sambil baca ceritanya juga satu persatu. Semoga suka 🙂

#Hari ke-1 Baca lebih lanjut

0

Udara

Hembusan lembutmu halus dan renyah sekaligus. Bagai mendengarkan halusnya suara Carla Bruni yang fasih mengucapkan bahasa perancis yang renyah.

.

Apakah kamu terima semua keluhan para manusia ketika kondisimu sedang tidak bagus, ketika kau sanggup menembus tulang bagian terdalam yang terasa seperti tusukan es? Atau kau mendapat pujian ketika kondisimu bagus karena mampu mengadakan kerjasama bersama yang lainnya?

.

Kamu dijadikan salahsatu saksi bisu dalam sebuah kejadian yang cukup penting di negeri ini. Mereka mengabadikannya dalam sebuah lagu dari efek rumah kaca.

.

Mungkin kamu juga tahu isi hati seseorang karena kamu sanggup masuk kedalam dada seorang anak adam. Tapi kamu sanggup menjaga rahasia mereka. Ketika manusia tahu kamu bisa mengetahui isi hati seseorang, mereka ingin meminta bantuanmu menyampaikannya.

.

Untuk hal seperti rindu dan kasih sayang kamu bisa bergerak aeoridinamis dan menari – nari seperti pita yang meliuk – liuk ketika dibawa menari. Tapi untuk hal seperti kemarahan dan kebencian menjadikan kamu ikut terkontaminasi hal yang kamu tidak sukai tersebut. Udara, semoga tetap hangat sehangat senyuman.

.

#Udara #PopSmile

0

Mother Game Movie Review

Mother Game

.

Kamahara Kiko adalah seorang single parent yang mempunyai satu anak bernama Haruto. Kamahara bekerja sebagai penjual Bento di kedai yang dia buka sendiri. Haruto sudah masuk usia taman kanak – kanak sedangkan Kamahara harus bekerja seharian. Dia harus mencari TK yang bersedia menerima wanita yang bekerja karena anaknya pasti dijemput sore hari setelah bekerja.

.

Seorang manager TK kelas atas menawarinya untuk memyekolahkan anaknya disana dengan program beasiswa. Karakter wanita disana cukup seragam yaitu seorang wanita dari pengusaha kaya raya yang hobi memamerkan hartanya meskipun ada beberapa yang berbohong demi menyetarakan diri bersama kaum kelas atas tersebut. Kehadiran Kamahara membuat suasana menjadi serba canggung karena banyak hal dan istilah yang tidak dia mengerti. Tentu saja dia jadi korban bully oleh pihak yang tidak menginginkan kehadirannya disana dan dianggap akan merusak citra sekolah elit tersebut.

.

Tekad yang kuat serta dibarengi dengan rasa bahwa status sosial tidak harus menjadi penghalang bagi anaknya untuk bersekolah disana menjadikan mereka yang awalnya tidak suka berbalik menjadi teman baiknya. Apapun yang terjadi, seorang ibu akan memperjuangkan anaknya meskipun harus berdarah darah. Seperti itu cerita yang saya tangkap dari drama jepang ini. #PopSmile