0

Ikut Kelas Menulis Bersama Dee Lestari

Sumber foto : instagram.com/deelestari

Amatir ini beruntung bisa ikut kelas menulis dan bertemu penulis idolanya. Satu –satunya alasan mengikuti kompetisi menulis cerita pendek yang diadakan @storialco karena ingin bertemu Dewi Lestari. Saya menulis cerita pendek selama bulan Januari 2018 sebagai tantangan 30 Hari Bercerita. Saya melakukan proses penyuntingan pada kumpulan cerita tersebut agar menjadi lebih padat, karena hanya diperbolehkan maksimal 1000 kata. Saya belum paham pola menulis, namun saya coba membaginya kedalam tiga bagian, perkenalan, konflik dan penyelesaian. Ada keyakinan tersendiri saat mengirimkan cerpen ini, keyakinan bahwa bisa bertemu idola dalam hal literasi. Alhamdulillah judul cerita saya tercantum dalam pengumuman pemenang enam puluh besar. Lompatan dan teriakan pertanda senang tak terbendung lagi, rasanya tuh kayak ‘Dream comes true’.

‘Bagaimana Saya Menulis’ disampaikan Dee dalam kelas menulis bersama puluhan peserta yang cerpennya lolos seleksi. Sesuai dengan tema, siang itu (01/04/18) Dee berbagi cara memahami ide, membentuk cerita, metode pemetaan, dan tips menulis lainnya. Rasanya seperti balik ke jaman kuliah dan menghadiri kuliah umum yang disenangi. Sepanjang waktu, saya terkagum – kagum dengan penyampaian materi karena memang itu semua yang saya harapkan selama ini. Dee menyampaikan bahwa kita harus bisa berkomitmen kepada ide. Menjaga komitmen kepada ide sama halnya dengan menjaga komitmen terhadap pasangan. Akan ada banyak rintangan yang menghadang, tapi kita harus menghadapinya karena ide akan memilih dia yang mampu berkomitmen, peka, tekun, bertanggung jawab dan memberikan hasil. Tamat adalah target utama karena tujuan ide hanya satu, menjadi konkret. Maka dari itu, kita harus benar – benar menjalin hubungan bersama ide.

Sedikit tips dari kelas menulis siang ini.
*Membaca adalah nutrisi
*Ciptakan ritual menulis rutin, tingkatkan jam terbang
*Jangan takut jelek, takutlah tidak selesai

Terimakasih Storial untuk kesempatannya. Terimakasih Dee sudah berbagi dan menjadi inspirasiku.

Bonus foto bareng hehe :p

Iklan
1

Nyit – Nyit Club : Sequel #30HariBercerita

Nyit – Nyit Club adalah sebuah kelompok kecil yang terbentuk saat meet up #30HariBercerita di Jakarta beberapa pekan lalu. Nama itu diambil dari tokoh fiktif yang muncul saat kami melakukan tantangan cerita berantai dalam satu kelompok yang sama. Beranggotakan @aga_ridwan @ejie_belula @robiaawiya @sucilarassaty & @tulis_in , kami berlima memutuskan untuk melakukan pertemuan lanjutan di sebuah kedai yang bisa menjangkau posisi kami semua. Atas kesepakatan, Ropisbak Tebet jadi pilihan untuk bersua. Terlebih saya pribadi belum pernah menginjakkan kaki di Tebet sebelumnya. Ini jadi kesempatan menarik untuk menginjakkan kaki di sisi lain Jakarta.

Foto : Aga Ridwan

Saya percaya, orang yang berjiwa kreatif jika dikumpulkan dalam satu acara, bisa menghasilkan sesuatu yang menarik. Ngobrol santai jadi agenda utama kami sore itu, membahas apa yang ditulis selama mengikuti #30HBC, membahas latar belakang masing – masing, dan membahas apa yang bisa kami buat dengan club kecil ini.

Foto oleh : @robiaawiya

Saya sangat menyukai proses kreatif, dari proses ini bisa muncul ide – ide yang selama ini terpendam. Metode brainstorming digunakan untuk mengeluarkan semua potensi yang ada dalam diri tanpa melakukan pembatasan terlebih dahulu. Masing – masing dari kami mengungkapkan apa menjadi sebuah karya, mengeluarkan keresahan dan mengubahnya menjadi karya. Pertemuan ini menelurkan sebuah ide yang kemudian akan ditetaskan. Kami ingin menulis dengan kata kunci ‘Pencarian’ sebagai tema utama. Beragam pencarian bisa dituliskan, mulai dari pencarian jati diri, filosofi hidup, ketenangan, sampai pencarian belahan jiwapun bisa diceritakan.

Foto oleh : @robiaawiya

Nantinya tulisan kami akan dimuat dalam satu blog yang bisa kamu kunjungi dan kamu nikmati. Konsepnya setiap orang bercerita dengan ciri khas masing – masing dan akan di update setiap minggu hingga tuntas. Total ada lima cerita dengan sudut pandang berbeda. Mau tahu? Penasaran? Sama, saya juga. Do’akan semoga kami tetap istiqomah dalam menjalani project ini. Aamiin.
.
Semangat kawan 🙋‍♂️

.

Yang mau tanya – tanya juga boleh 😉

6

Ikut Meet up 30HariBercerita cabang Jakarta

20180218_160440

Foto : Aga Ridwan

Event #30HariBercerita sesi ketiga selama Januari 2018 telah tuntas. Namun belum dengan kerinduan. Masih ada rindu yang belum tuntas, kerinduan akan pertemuan antar para pencerita. Di tahun ini, saya berkesempatan untuk hadir dalam kopi darat yang diadakan oleh para penggagas @30haribercerita . Jakarta, Bandung, Surabaya dan Jogjakarta adalah titik temu yang dirasa bisa mengakomodir kerinduan para pencerita. Beberapa kota lain bisa merapatkan barisan pada salah satu kota terdekat. Dari empat titik temu, saya memilih Jakarta sebagai tempat untuk bertemu dengan teman – teman karena lebih dekat dengan posisi saya yang berada di Bekasi.

Foto : Aga Ridwan

Sore yang cerah di Cikini memang cocok buat bercengkerama bersama teman baru. Bertempat di Taman Ismail Marzuki, kurang lebih empat puluh lima orang siap berbagi pengalaman masing – masing dalam mengikuti event 30HariBercerita. Diawali oleh Gladhys, cerita bersambung kepada teman lain yang suratnya dibacakan. Orang yang suratnya dibacakan, harus bercerita mengenai diri sendiri dan juga kesan ikut program ini. Sekitar sepuluh surat berhasil dibacakan, sisanya dibagi secara acak karena waktu yang cukup terbatas. Beruntungnya, surat saya terpilih untuk dibacakan oleh salah satu peserta @ninuksawitri. Begini isi tulisan ‘Salam’nya:

Hai semuanya! Selamat sore,

Perkenalkan, saya Ridwan Nugraha, biasa dipanggil Aga. Tinggal di Bandung, kerja di Bekasi, dan sekarang lagi main ke Cikini. Cikini (dan nanti) adalah tempat favoritku buat nonton film di bioskop Metropole deket stasiun. Bangunannya asik, tempatnya nyaman dan banyak kenangan, eh~ haha.

Ini kali pertama lagi saya ikut meet up dengan satu komunitas. Dua tahun saya absen ikut kegiatan seperti ini karena belum bertemu dengan satu komunitas yg cocok di Bekasi. Dunia (duo) Maya telah membawaku pada 30HariBercerita, hingga hari ini ada disini. Beberapa teman ada yang saya kenal dari komunitas berkirim kartupos, dari blog, ataupun teman di lingkungan sekitar. Kebanyakan, baru saya kenal di program ini.

Saya suka musik, foto dan film. Awalnya kegiatan menulis bukan menjadi favorit saya, karena saya termasuk manusia yang jarang sekali membaca buku dan gak pernah kepikiran buat nulis – nulis. Sampai pada akhirnya, karya Dewi Lestari berhasil menggugah minat saya untuk membaca dan menulis. Lewat 30HariBercerita, saya bisa menuangkan apa yang saya ingin ceritakan, karena saya tidak terbiasa untuk berbagi cerita secara langsung. Saya lebih senang bercerita lewat aksara. Rasanya kegiatan menulis ini menjadi favoritku sampai saat ini.

Salam,

Aga Ridwan.

Ilustrasi. Foto : Aga Ridwan

Acara berlanjut pada tulisan berantai. Tulisan berantai adalah sebuah tulisan yang dibuat dengan cara meneruskan cerita dari paragraf yang ditulis oleh orang sebelumnya. Total ada sembilan kelompok yang masing – masingnya berisi lima orang. Saya (@aga_ridwan) berkelompok bersama @tulis_in @ejie_belula @robiaawiya dan @sucilarassaty. Cerita ini berisi awalan kata ‘Pergi ke …’ dan selanjutnya diisi oleh kami berlima secara berantai. Begini isi suratnya :

Pergi ke negeri Pluto. Penuh sesak, debu dan selalu saja tersesat. Aku tak pernah bisa menghapal jalan, petunjuk yang diberikan kerap tak sampai pada otakku yang out of the box. Nyasar!

Namaku Nyit-nyit….. Aneh sih, itu pemberian orangtuaku. Aku suka perjalanan walau kadang lelah, tersesat, dan lupa jalan pulang. Walaupun aku lupa jalan pulang, beruntung ibu bapak masih menerima sebagai anak, hahaha.

Aku suka sekali sendirian, main gitar diatas pohon, pergi ke tempat baru, dan semuanya sendirian. Tidak, bukan berarti aku tidak suka keramaian. Tapi, sendiri aku, bisa jadi diri sendiri. Hei jangan salah, aku punya banyak banyaaaaaak sekali teman. Mereka asik, suka sekali bercanda, haha.

Dengan sendiri, aku bisa bertemu dengan canda pohon dan rerumputan. Bisa menyapa hujan dan rimbun hutan. Sendiri memang menyenangkan.

Pernah satu kali nyasar ke satu kota yang dijuluki kota kembang. Disana aku bertemu Dilan, Dilan yang saat ini lagi tenar di Indonesia. Aku ajak Dilan main ke negeri Pluto, sebenernya modus buat dianterin nyari jalan pulang pakai motor kerennya. DItengah jalan, aku dicegat Milea, dia bilang “Jangan pergi Dilan, nanti aku rindu.” Rindu itu berat, rinso itu menyenangkan buat nyuci.

Nyit-nyit Club. (kiri ke kanan) Robiatul, Suci, Ejie, Aga, Arista. Foto : @ockirio

Meet up kali ini membawa kesegaran tersendiri untukku. Senang bisa merasakan ‘rasa’ komunitas kembali. Sharing mengenai hal yang sama – sama kita suka, sharing mengenai pengalaman selama kita menjalani program ini, sampai sharing mengenai kesukaan masing – masing diluar program ini. Seperti ada nyawa baru yang masuk kedalam diri, saya merasa hidup kembali. Terimakasih teman – teman 30HariBercerita, senang berjumpa dengan kalian.

IMG-20180218-WA0010

Foto : @ockirio

Sebuah catatan yang ditulis saat perjalanan pulang diatas kereta, dari stasiun Cikini ke stasiun Bekasi.

0

Surat Untuk Februari Vol. 3 – 2018

Berawal dari ajakan Cemara, teman yang kukenal lewat komunitas Card to post, aku ikut menuliskan sebuah surat di bulan Februari 2018. Acara ini digagas oleh komunitas Pecandu Buku yang bekerjasama dengan Eiger. Dalam event ini, kita diharuskan menulis sebuah surat yang ditujukan kepada diri sendiri sebagai tantangan yang diberikan.

Saya mencoba menuliskan surat mengenai

Baca lebih lanjut

0

#MenuliskanMusik

Musik dan lirik bertransformasi menjadi sebuah lagu. Kadang kamu suka musiknya, lalu suka liriknya ataupun sebaliknya. Tergantung mana yang lebih dulu menyentuh perasaanmu. Entah itu perasaan senang, sedih, ataupun marah. Pernahkah mendengarkan satu lagu secara berulang, lalu mendapatkan sebuah inspirasi dari lagu tersebut?

Belakangan ini sering muncul keresahan untuk membuat sesuatu ketika mendengarkan sebuah lagu favorit yang relate pada saat itu. Aku mencoba menuliskan sebuah cerita fiksi dari lagu yang nyangkut dikepala, yang membuatku merasa terinspirasi. Alurnya bisa mengikuti alur lirik yang ditulis oleh penulis lirik lagu tersebut atau bisa jadi jauh berbeda namun tetap dengan tema yang sama. Sejujurnya aku sedang menantang diri untuk sebanyak mungkin membuat tulisan. Mencoba menyalurkan semua kekecewaanku terhadap ekspektasi yang pernah aku bayangkan. Aku ingin terus melangkah maju. Aku ingin terus bergerak. Aku ingin terus berkarya dengan apapun yang bisa aku lakukan. Salahsatunya dengan cara menuliskan sebuah cerita yang terinspirasi dari sebuah lagu. Semua cerita aku post di instagramku @aga_ridwan dengan tambahan artwork warna – warni buatanku sendiri. Aku merangkum semua ceritaku di post ini supaya arsipnya lebih rapi. Selamat membaca. Ditunggu ide, koreksi dan partisipasi kamu juga ya 🙂

#1

Baca lebih lanjut

0

#MenuliskanTemanMenuliskanKenangan

“Coba sehari saja.

Satu hari saja.

Kau jadi diriku.”

Begitulah sebait lagu Tulus yang berjudul Tukar jiwa. Bagaimana rasanya menjadi seseorang dan menceritakan sebuah cerita yang belum pernah dibagi dengan teman atau sahabat sendiri? Rasanya menarik untuk digali. Aku tertarik untuk bercerita dari sudut pandangmu.

Jadi, aku punya project untuk menantang diri demi konsistensi belajar menulis dan efek belum bisa move on dari keseruan awal Januari bersama 30 hari bercerita. Temanya bebas, aku mengikuti alur dari cerita teman -teman yang aku tanya – tanya dan bersedia ceritanya dipublikasikan dengan nama samaran (untuk menjaga kerahasiaan jika ada sesuatu yang terlalu pribadi baginya).

Cukup berjalan mulus diawal, karena yang kutanya adalah orang – orang yang kesehariannya ada di sekitarku. Berlanjut kepada beberapa teman yang ditanya – tanya lewat pesan pribadi karena jarak yang memisahkan kami. Sedikit terdapat kesulitan ketika apa yang ditanya dan dijawab kadang gak sesuai. Namun, mereka mampu menyampaikannya dengan cukup baik meskipun waktu yang diambil terputus – putus dan sedikit lama karena kesibukan masing – masing.

Senangnya mencoba project ini jadi bertambah karena Fasya Aulia, teman yang kukenal lewat blog pribadinya mau ikut meramaikan tagar #MenuliskanTemanMenuliskanKenangan ini. Katanya dia ingin mengingat apa yang teman -temannya sampaikan, setidaknya dalam satu bentuk tulisan karena batas usia seseorang tak ada yang pernah tahu.

Aku post semua cerita #MenuliskanTemanMenuliskanKenangan  di Instagram, tapi aku juga merangkumnya dalam tulisan ini. Bisa di klik tombol read more untuk membaca semua tulisannya. Kalau bersedia bergabung untuk meramaikan juga, boleh banget lho. Selamat bercerita 🙂

#1 Baca lebih lanjut

0

#30HariBercerita Sesi Ketiga – 2018

30haribercerita_bdii4habjno313899729.jpg

credit image : instagram.com/30HariBercerita

Namanya Aidan, biasa dipanggil Ei, tapi awas jangan dipanggil Ai, nanti dia cemberut. Hobinya mencoba berbagai kuliner yang ada disekitarnya, seblak adalah favoritnya.

Januari hadir kembali, dua ribu delapan belas adalah kali ketiga gelaran 30 Hari Bercerita di instagram, kali ketiga pula aku ikut gelaran ini. Dua gelaran sebelumnya aku bercerita mengenai kehidupan sehari – hari, temanya bisa random banget. Tahun ini, aku mencoba untuk membuat cerita fiksi setiap harinya dan berkaitan antara satu hari ke hari berikutnya, semacam cerita bersambung gitu ala Aroma Karsa Dewi Lestari dan di posting di instagram @aga_ridwan, monggo di follow ya akun instagramku.

Bagi yang baru tahu dan mau ikut gabung, atau sekedar penasaran, bisa klik akun instagtam @30haribercerita untuk informasi cara gabung dan cara mainnya. Mari bercerita 🙂

Kalo mau baca rangkuman 30 Hari Bercerita 2018 punyaku, bisa dibaca dibawah ini, lengkap ada 30 cerita. Kalo yang mau lihat ilustrasi dari setiap cerita yang aku buat, bisa lihat di @aga_ridwan, sambil baca ceritanya juga satu persatu. Semoga suka 🙂

#Hari ke-1 Baca lebih lanjut