0

Aga vs Mental Awarness

Apa kesan pertamamu berjumpa dan berbincang dengan pria yang ada pada foto di atas? Rata – rata menjawab kalau aku (Aga Ridwan) adalah seorang yang lucu dan menyenangkan. Ya, aku memang menginginkan orang mendapat kesan pertama seperti itu dariku dan sepertinya berhasil. Tapi, tahukah kamu bahwa aku sempat menyimpan bongkahan depresi dibalik senyum manis yang kubagi?

Sejujurnya sedikit enggan untuk menceritakan ini pada siapapun, namun aku berusaha untuk membaginya sebagai bahan pelajaran bagi kamu yang membaca tulisan ini, khususnya untuk kamu yang punya kegelisahan yang sama tentang hidup di usia 25. Aku bukan seorang psikolog ataupun seorang yang menjalani pendidikan psikologi, namun aku ingin bercerita sebagai seorang yang pernah datang meminta bantuan pada seorang psikolog. Tak banyak orang terdekatku yang tahu kalau aku pernah meminta bantuan pada seorang psikolog, karena aku memang bercerita tak lebih dari tiga orang.

Dulu aku orang yang cukup tahan untuk bepergian kemana – mana sendirian dan tidak merasakan kesepian. Lambat laun beberapa masalah kecil menimbulkan dampak pada ingatanku dan mulai menghadirkan pemikiran – pemikiran negatif, hingga aku merasa sedikit sepi. Puncaknya ketika aku harus berpisah dengan seseorang yang tadinya kuanggap akan menjadi pendampingku. Kami berpisah bukan karena ketidakcocokan antara aku dan dirinya, namun ada faktor pendukung eksternal yang mengharuskan kami menyudahi perjalanan untuk merajut masa depan. Hal itu menimbulkan pukulan telak yang berdampak besar pada kehidupanku. Aku mulai merasakan kesepian, pola hidup berantakan, dan mengganggu kegiatan sehari – hari dengan pemikiran – pemikiran negatif yang terus menghantui.

Aku mencoba mencari orang yang mau mengulurkan tangan untuk membantuku. Aku membutuhkan orang yang mau mendengar ceritaku, namun kebanyakan dari mereka tidak benar – benar mendengarkan dengan hati, hal itu sangat terasa bagi orang yang membutuhkan support dari orang terdekat. Pikiran negatif itu semakin menggila dan mulai mengganggu kehidupanku sampai pernah memikirkan sesuatu yang paling buruk yang mungkin terjadi.

Saat itulah aku memberanikan diri untuk pergi ke rumah sakit dan mencari seorang psikolog yang mau membantu menyembuhkanku. Aku pun berpikir bahwa ini bukan diriku lagi, bukan seorang Aga Ridwan. Ketika aku pergi menemui dokter dan duduk di kursi, aku sempat tidak percaya kalau aku akan berakhir di klinik psikologi. Satu tekadku saat itu, aku mau sembuh dan mau kembali merasakan kebahagiaan yang selama ini terenggut. Ketika dokter bertanya ‘apa yang bisa saya bantu?’, rasanya lidah kelu tak mau bicara. Akan tetapi, saat dokter mengganti pertanyaannya dengan ‘apa yang kamu rasakan?’, kata – kata mengalir begitu saja. Semua yang aku rasakan tercurah seolah menemukan apa yang aku butuhkan.

Dokter mengajukan satu tes psikologi pada saya dan menjelaskan penanganan seperti apa yang saya butuhkan. Dari penanganan yang saya dapatkan, saya diajak untuk memutuskan pikiran saya dengan pemikiran – pemikiran negatif yang selama ini terus menghantui. Dokter mengatakan bahwa semua kegagalan yang sudah terjadi harus diterima oleh diri kita sebagai kegagalan di masa lalu. Kita harus memulai menyusun langkah kembali untuk menunjukkan bahwa kita bisa berhasil dengan terus bersikap optimis dan pantang menyerah, jangan racuni pikiran dengan kegagalan yang pernah terjadi, buang jauh semua pikiran negatif itu.

Lewat beberapa terapi, aku menemukan kembali diriku yang hilang. Aga yang seorang periang, baik diluar maupun didalam. Aku bisa kembali menikmati musik, tidur lebih nyenyak, bertemu banyak orang dan menulis seperti ini. Aku berhasil melewati masa – masa tersulit dalam hidupku berkaitan dengan mental awarness. Inilah aku seorang yang kamu kenal saat ini, seseorang yang senang berbincang dengan kamu semua, seorang yang senang berteman dan seorang yang bersyukur bisa berteman denganmu.

Pesan yang hendak aku sampaikan pada orang yang mengalami depresi ataupun gejala depresi: jika kamu tidak menemukan seseorang yang benar – benar mengerti dengan masalah yang sedang kamu alami, kamu bisa meminta bantuan pada seorang profesional. Tak perlu takut, zaman sekarang kesadaran mental bukan merupakan hal yang tabu untuk dibahas. Kamu harus lebih takut akan kesehatan mentalmu dibanding takut pada omongan orang lain. Berani, kamu berhak sehat kembali.

Pesan untuk orang – orang yang ada di sekitarnya, peluklah mereka dengan erat, yakinkan bahwa kamu selalu mendukung dirinya. Siapkan telinga dan hatimu untuknya, itu sangat berarti bagi mereka.

Peluk jiwa kecilmu, jangan sakiti dia terus menerus. Jiwa kecilmu layak mendapat kebahagiaan kembali. Aku sayang kalian.

Iklan
0

Dua Sejoli Podluck Podcast

Dua sejoli adalah sepasang suami istri yang hobi mengoleksi piringan hitam. Intan @badutromantis_ & Aria @timestopper membawakan obrolan santai ngalor ngidul dengan tema – tema gemas sambil memutar lagu dari piringan favorit mereka.

Sumber : instagram.com/dua_sejoli

Episode pertama mereka diisi dengan perkenalan tentang latar belakang masing – masing yang akhirnya bisa menyatukan mereka. Obrolan asik ini terasa seperti ruang cerita antar sahabat, karena mereka bercerita secara jujur dan terbuka.

Saya tahu Intan ketika dia menggarap projek Sahabat Lokananta bersama White Shoes & The Couples Company. Dari sana, saya bisa melihat bahwa Intan memang punya ketertarikan khusus terhadap musik, khususnya musik Indonesia. Bersama Aria, Intan menggarap toko rilisan fisik bernama substore yang tersebar di beberapa kota, salah satunya yang ada di Jakarta.

Di episode yang ke tiga, Dua Sejoli membahas tema musik dan makanan. Dalam satu masa, banyak musisi yang menulis lagu tentang makanan. Lagu yang memang liriknya tentang makanan, seperti Soto Mie dari Sjaiful Nawas dan Nurseha serta dua lagu lainnya.

Saya senang ada mereka berdua yang membahas musik dari beberapa generasi. Menyerahkan tongkat estafet dari generasi terdahulu, generasi mereka berdua kepada generasi saat ini. Good luck Dua Sejoli, saya selalu menanti podcast kalian berdua. Sukses selalu!

Yuk denger disini.

0

Via Vallen, Membawa Dangdut Naik Kelas

Ketika lagu Sayang masuk dalam NET. Indonesian Choice Award 5, Via Vallen berhasil membawa genre dangdut naik kelas.

Saya langsung jatuh cinta pada lagu ‘Sayang’ yang dibawakan Via Vallen, ketika pertama kali mendengarnya di sebuah bus pariwisata. Sejak saat itu pula saya mengikuti akun instagramnya dan mendengarkan lagu – lagu lainnya. Lagu tersebut sudah mulai dipopulerkan sejak beberapa tahun yang lalu oleh Via Vallen, sebuah usaha yang akhirnya membuahkan hasil. Tak hanya penikmat dangdut, lagu ini juga berhasil menarik perhatian para penikmat musik diluar genre dangdut. Keberhasilan ini salahsatunya terjadi karena Via rajin menyanyikan ulang lagu pop dan juga lagu yang sedang menjadi pembicaraan publik. Dengan latar belakang pop dan dangdut tersebut, Via berhasil mencuri perhatian lebih banyak dibanding penyanyi dangdut lainnya.

Kevin Indonesian Idol berani untuk membawakan lagu Sayang dalam salahsatu penampilannya di babak spekta. Lagu tersebut di mash up dengan aransemen lagu Ne-Yo yang berjudul So Sick. Sekalipun arasemennya dibuat lebih R&B, tapi nuansa dangdutnya tak bisa disembunyikan. Pada seri terakhir Indonesian Idol Result & Reunion Show, Kevin membawakan ulang lagu ini bersama Via Vallen. Kali ini, aransemen dibuat lebih dangdut dari versi pertama Kevin membawakannya. Hal ini langsung mematahkan pakem Indonesian Idol yang tidak pernah menampilkan genre dangdut dalam acaranya. Dalam sesi tanya jawab, Via mengutarakan bahwa dirinya pernah dua kali mengikuti audisi Indonesian Idol namun belum berhasil masuk dan tak pernah mengira bahwa dirinya bisa tampil di panggung tersebut dengan profesinya sebagai ‘Penyanyi Dangdut’.

Puncak kesuksesan lagu Sayang adalah ketika Via Vallen berhasil tampil dalam Indonesian Choice Award yang diselenggarakan NET. Via Vallen berhasil menggoyang satu studio dengan lagu Sayang yang dibawakan dengan tata panggung yang mewah. Banyak dari penonton acara tersebut adalah artis dan musisi nasional, mereka ikut berjoget dan fasih menyanyikan lagu ini.
Penyanyi dangdut yang sangat akrab dengan VianisTy (fanbase) ini, berhasil membawa dangdut ke level berikutnya. Selamat Via Vallen.

Sebuah tulisan yang didedikasikan untuk idola dangdut saya.

2

#AgaMembacaBuku

Bagaimana bisa tahu kalau tidak mau tahu?

Minatku terhadap membaca bisa dibilang sangat kurang, bahkan tak sampai satu buku per tahun. Hal ini disebabkan kurangnya dorongan untuk lebih tahu akan suatu hal lewat literasi. Senangnya menggali hal – hal yang disukai lewat media yang lebih mudah ditangkap, misalnya lewat layar atau suara.

Akhir – akhir ini mulai menggiatkan kembali membaca karena idola saya Dee Lestari meluncurkan sebuah buku berjudul Aroma Karsa. Lalu mengingat kembali buku – buku ataupun orang – orang yang ada di sekitarku hingga timbul pertanyaan : Kenapa si A bisa tahu hal ini? Kenapa si B bisa menulis seperti ini? Saya mencari jawaban dan ternyata semua itu mereka dapat dari membaca!

Ingatan saya kembali ke masa kuliah dulu sewaktu awal perkuliahan. Dalam masa itu dosen selalu memberi daftar buku yang bisa dijadikan referensi mata kuliah beliau. Namun yng terjadi adalah tak ada satu bukupun yang saya baca. Saya hanya mendapat informasi dari apa yang diajarkan oleh dosen tersebut. Malam ini saya membayangkan jika dosen tersebut hanya mampu menyampaikan kembali tak lebih dari 50% dari apa yang dibacanya. Lalu dari 50% tersebut, berapa persen yang bisa kita serap secara efektif? Tak banyak sepertinya. Maka dari itu, minimal saya harus membaca buku – buku referensi tersebut untuk menyetarakan pengetahuan tentang hal yang sedang dan akan dibahas.

Saya pernah membaca buku ‘Bilang Begini Maksudnya Begitu’ karya Sapardi Djoko Damono yang bercerita tentang cara mengapresiasi puisi. Didalamnya terdapat banyak kutipan puisi dari para penulis terkenal dari berbagai negara. Bagaimana cara Sapardi mengetahui, mengutip dan menafsirkan puisi – puisi didalamnya? Tentu saja dari membaca. Selain itu, beliau juga pandai menulis dengan pilihan kata yang apik.

Ketika kita ditantang untuk menuliskan sebuah cerita yang dialami hari ini, akan tetapi kita tidak pernah tahu bagaimana cara menerjemahkannya menjadi sebuah tulisan, lantas mau nulis apa? Hasilnya akan sangat berbeda ketika kita tahu bagaimana cara menuliskan cerita tersebut karena pernah membaca tulisan seseorang yang menyampaikan cerita tentang yang dialaminya hari itu. Hal ini terbukti ketika saya mencoba menuliskan apa yang saya inginkan namun hasilnya tak sesuai dengan pa yang saya bayangkan dalam benak sebelumnya. ‘Kok jadi gini ya ceritanya?’

Pada akhirnya saya harus menggiatkan kembali kegiatan membaca ini, harus beberapa kali lebih sering dibanding sebelumnya. Selain untuk menambah pengetahuan, hal ini juga bisa dilakukan untuk mengetahui cara seorang penulis menuliskan sebuah cerita. Saya melakukan ulasan singkat tentang buku yang sudah selesai saya baca dan mengunggahnya di instagram @aga_ridwan dengan tagar #AgaMembacaBuku

.

Sebaris kutipan yang berkesan didapatkan dari sebuah pengalaman yang dituliskan. Tulisan ini saya tutup dengan sebuah kutipan dari penulis favorit saya.

Membaca adalah nutrisi. -Dee-

Mari membaca 🙂

0

Udara

Hembusan lembutmu halus dan renyah sekaligus. Bagai mendengarkan halusnya suara Carla Bruni yang fasih mengucapkan bahasa perancis yang renyah.

.

Apakah kamu terima semua keluhan para manusia ketika kondisimu sedang tidak bagus, ketika kau sanggup menembus tulang bagian terdalam yang terasa seperti tusukan es? Atau kau mendapat pujian ketika kondisimu bagus karena mampu mengadakan kerjasama bersama yang lainnya?

.

Kamu dijadikan salahsatu saksi bisu dalam sebuah kejadian yang cukup penting di negeri ini. Mereka mengabadikannya dalam sebuah lagu dari efek rumah kaca.

.

Mungkin kamu juga tahu isi hati seseorang karena kamu sanggup masuk kedalam dada seorang anak adam. Tapi kamu sanggup menjaga rahasia mereka. Ketika manusia tahu kamu bisa mengetahui isi hati seseorang, mereka ingin meminta bantuanmu menyampaikannya.

.

Untuk hal seperti rindu dan kasih sayang kamu bisa bergerak aeoridinamis dan menari – nari seperti pita yang meliuk – liuk ketika dibawa menari. Tapi untuk hal seperti kemarahan dan kebencian menjadikan kamu ikut terkontaminasi hal yang kamu tidak sukai tersebut. Udara, semoga tetap hangat sehangat senyuman.

.

#Udara #PopSmile

0

Mother Game Movie Review

Mother Game

.

Kamahara Kiko adalah seorang single parent yang mempunyai satu anak bernama Haruto. Kamahara bekerja sebagai penjual Bento di kedai yang dia buka sendiri. Haruto sudah masuk usia taman kanak – kanak sedangkan Kamahara harus bekerja seharian. Dia harus mencari TK yang bersedia menerima wanita yang bekerja karena anaknya pasti dijemput sore hari setelah bekerja.

.

Seorang manager TK kelas atas menawarinya untuk memyekolahkan anaknya disana dengan program beasiswa. Karakter wanita disana cukup seragam yaitu seorang wanita dari pengusaha kaya raya yang hobi memamerkan hartanya meskipun ada beberapa yang berbohong demi menyetarakan diri bersama kaum kelas atas tersebut. Kehadiran Kamahara membuat suasana menjadi serba canggung karena banyak hal dan istilah yang tidak dia mengerti. Tentu saja dia jadi korban bully oleh pihak yang tidak menginginkan kehadirannya disana dan dianggap akan merusak citra sekolah elit tersebut.

.

Tekad yang kuat serta dibarengi dengan rasa bahwa status sosial tidak harus menjadi penghalang bagi anaknya untuk bersekolah disana menjadikan mereka yang awalnya tidak suka berbalik menjadi teman baiknya. Apapun yang terjadi, seorang ibu akan memperjuangkan anaknya meskipun harus berdarah darah. Seperti itu cerita yang saya tangkap dari drama jepang ini. #PopSmile

0

Miss Pilot Movie Review

Miss Pilot

.

Tezuka Haru adalah seorang wanita yang sedang bopak balik mencari pekerjaan. Dia hampir melamar semua jenis lowongan pekerjaan yang ada, dari a sampai z. Sampai pada akhirnya dipanggil untuk mengikuti wawancara sebagai seorang pilot. Tezuka berhasil meyakinkan satu orang pewawancara yang juga seorang pilot senior dikarenakan kekujurannya. Sang pilot senior berpendapat bahwa jika dia menempatkan diri sebagai penumpang, dia ingin dipimpin terbang oleh seorang yang jujur sehingga dia memberikan kesempatan Tezuka untuk lanjut sampai tes berikutnya.

.

Kerja keras Tezuka membuahkan hasil, dia diterima sebagai seorang calon pilot wanita. Perjalanan masih panjang, banyak pelatihan yang harus dilalui. Mulai dari tes tertulis, tes simulator pesawat sampai tes menggunakan pesawat sesungguhnya. Sempat ingin mengundurkan diri karena merasa tidak sanggup mengejar kawan kawan lainnya yang memberikan perkembangan cukup pesat sedangkan dia agak sedikit lambat. Kerjasama tim dan tekad kuat dari diri pribadi membuat Tezuka berhasil melalui semua tes dan berhasil menjadi seorang pilot wanita.

.

Tak peduli seberapa tinggi impian yang harua dicapai, seberapa kencang angin yang menghadang sekalipun sayap impian harus dipatahkan dan harus mengulang semua mimpi yang hampir diraih, kita harus memperjuangkan semua cita – cita yang diimpikan. #PopSmile