#AgaMembacaBuku

Bagaimana bisa tahu kalau tidak mau tahu?

Minatku terhadap membaca bisa dibilang sangat kurang, bahkan tak sampai satu buku per tahun. Hal ini disebabkan kurangnya dorongan untuk lebih tahu akan suatu hal lewat literasi. Senangnya menggali hal – hal yang disukai lewat media yang lebih mudah ditangkap, misalnya lewat layar atau suara.

Akhir – akhir ini mulai menggiatkan kembali membaca karena idola saya Dee Lestari meluncurkan sebuah buku berjudul Aroma Karsa. Lalu mengingat kembali buku – buku ataupun orang – orang yang ada di sekitarku hingga timbul pertanyaan : Kenapa si A bisa tahu hal ini? Kenapa si B bisa menulis seperti ini? Saya mencari jawaban dan ternyata semua itu mereka dapat dari membaca!

Ingatan saya kembali ke masa kuliah dulu sewaktu awal perkuliahan. Dalam masa itu dosen selalu memberi daftar buku yang bisa dijadikan referensi mata kuliah beliau. Namun yng terjadi adalah tak ada satu bukupun yang saya baca. Saya hanya mendapat informasi dari apa yang diajarkan oleh dosen tersebut. Malam ini saya membayangkan jika dosen tersebut hanya mampu menyampaikan kembali tak lebih dari 50% dari apa yang dibacanya. Lalu dari 50% tersebut, berapa persen yang bisa kita serap secara efektif? Tak banyak sepertinya. Maka dari itu, minimal saya harus membaca buku – buku referensi tersebut untuk menyetarakan pengetahuan tentang hal yang sedang dan akan dibahas.

Saya pernah membaca buku ‘Bilang Begini Maksudnya Begitu’ karya Sapardi Djoko Damono yang bercerita tentang cara mengapresiasi puisi. Didalamnya terdapat banyak kutipan puisi dari para penulis terkenal dari berbagai negara. Bagaimana cara Sapardi mengetahui, mengutip dan menafsirkan puisi – puisi didalamnya? Tentu saja dari membaca. Selain itu, beliau juga pandai menulis dengan pilihan kata yang apik.

Ketika kita ditantang untuk menuliskan sebuah cerita yang dialami hari ini, akan tetapi kita tidak pernah tahu bagaimana cara menerjemahkannya menjadi sebuah tulisan, lantas mau nulis apa? Hasilnya akan sangat berbeda ketika kita tahu bagaimana cara menuliskan cerita tersebut karena pernah membaca tulisan seseorang yang menyampaikan cerita tentang yang dialaminya hari itu. Hal ini terbukti ketika saya mencoba menuliskan apa yang saya inginkan namun hasilnya tak sesuai dengan pa yang saya bayangkan dalam benak sebelumnya. ‘Kok jadi gini ya ceritanya?’

Pada akhirnya saya harus menggiatkan kembali kegiatan membaca ini, harus beberapa kali lebih sering dibanding sebelumnya. Selain untuk menambah pengetahuan, hal ini juga bisa dilakukan untuk mengetahui cara seorang penulis menuliskan sebuah cerita. Saya melakukan ulasan singkat tentang buku yang sudah selesai saya baca dan mengunggahnya di instagram @aga_ridwan dengan tagar #AgaMembacaBuku

.

Sebaris kutipan yang berkesan didapatkan dari sebuah pengalaman yang dituliskan. Tulisan ini saya tutup dengan sebuah kutipan dari penulis favorit saya.

Membaca adalah nutrisi. -Dee-

Mari membaca 🙂

Iklan

2 respons untuk ‘#AgaMembacaBuku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s