Banda The Dark Forgotten Trail

Hari ini Sabtu 5 Agustus 2017, saya coba nonton Film Banda atas ajakan seorang rekan. Film ini merupakan karya seorang Director bernama Jay Subiyakto dengan genre sejarah. Awalnya saya sempat mengira bahwa film ini semacam reka ulang kejadian yang pernah terjadi pada masa lampau di Banda, ternyata jauh berbeda setelah mulai menyaksikan film ini.

Berkisah tentang rangkaian kepulauan Banda di masa lalu, dimana rempah rempah menjadi kebutuhan utama dibandingkan emas. Diceritakan pulau Banda merupakan sumber rempah pala terbaik di dunia. Bangsa Arab dan Bangsa Cina melakukan jual beli rempah di pulau ini. Ada satu cara unik dimana akad dari jual beli ini dilakukan dengan mengacungkan satu jari keatas sembari bersumpah kepada Tuhan bahwa dia telah melakukan sebuah transaksi.

Ketenangan itu berubah seketika kala Bangsa Portugis dan Bangsa Belanda datang. Mereka melakukan transaksi dengan maksud memonopoli rempah rempah yang berasal dari Banda. Hal ini menyebabkan respon negatif dari penduduk setempat. Sejak dulu mereka sudah terbiasa dengan perdagangan bebas dan tidak menghendaki dengan cara Bangsa Belanda yang seperti itu. 

Bangsa Belanda mulai bermaksud menguasai rempah rempah yang ada disana dengan melakukan penyerangan dari depan pulau. Akan tetapi usaha pertama mereka gagal. Berikutnya mereka menyerang dari arah belakang pulau dan pergerakan mereka membuahkan hasil. Pada akhirnya penduduk berada dibawah kekuasaan Belanda. Penduduk Banda yang tersisa menyatukan kekuatan dengan para pedagang dari China dan Arab untuk mengalahkan Belanda. Mereka hendak mengadakan pertemuan dengan pemimpin Belanda yang maksud dibaliknya adalah merupakan sebuah penyergapan dan pembunuhan pimpinan Belanda. Pada akhirnya Belanda kabur dan melarikan diri. Akan tetapi terjadi balas dendam dikemudian hari.

Tokoh tokoh Bangsa banyak yang diasingkan ke Kepulauan Banda, begitupun penduduk Indonesia lainnya yang diasingkan dan dipaksa menjadi budak disana. Hal ini menjadikan Kepulauan Banda sebagai miniatur Indonesia karena didalamnya terdapat banyak suku yang berasal dari Pulau Jawa atau Pulau Sumatera serta terdapat berbagai agama didalamnya. Isu SARA berkembang di Maluku dan menyeret Banda ikut masuk kedalam permasalahan ini. Keributan sempat terjadi dan pertumpahan darahpun tak bisa dielakan. 

Satu generasi telah lewat, penduduk yang tinggal di Kepulauan Banda saat ini bukanlah penduduk Banda yang ada saat itu. Nilai Pala Banda sudah tidak sebanding dengan masa lalu. Sejarah sudah terjadi di tanah Banda. Sisa sisa bangunan bersejarah masih terdapat disana. Tanah terbuka hijau sudah mulai berkurang. Mengutip dari kalimat terakhir film ini “Melupakan masa lalu adalah sama dengan mematikan masa depan bangsa ini.” Pelajarilah masa lalu untuk menentukan masa depan Bangsa ini.

Mari ikut menyaksikan sejarah Bangsa ini melalui film Banda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s