Cerita dari Red White Jazz Lounge

Cerita dari Red White Jazz Lounge

Hari rabu kemarin adalah pengalaman pertama saya berkunjung ke kota Jakarta naik angkutan umum sendirian. Hari itu saya berencana berangkat ke daerah kemang untuk menonton konser launching albumnya Monita Tahalea.Image

Awalnya sih cuma iseng ikut jawab kuis yang diadakan sama Monita, kan lumayan juga hadiahnya CD album terbaru plus undangan nonton konsernya langsung. Dan ternyata…  alhamdulillah saya adalah satu dari lima pemenang yang diundang untuk dateng ke acaranya langsung.

Tapi, saya belum punya pengalaman main-main dengan angkutan umum menuju Jakarta. Apalagi saya berangkat dari tempat kerja magang saya di Cileungsi (waduh). Tapi akhirnya saya cari tahu melalui websites dan google maps tentu saja. Ini adalah jarak dari tempat magang saya ke kemang, lumayan jauh juga.

Image

Menurut informasi yang saya dapat dari berbagai sumber, pertama saya harus berangkat dulu ke terminal kampung rambutan, dilanjut naik kopaja menuju arah blok M, baru deh turun di Kemang. Ternyata setelah sampai di terminal, karena saya datang terlarut malam akhirnya saya tidak menemui bus blok M yang melalui jalur Kemang. Alhasil saya mencari informasi tambahan dan naiklah saya keatas jurusan Lb. Bulus, katanya “nanti mas turun aja di Cilandak, lanjut naik sekali lagi” ujar sang kondektur.

rwsumber

Sesampainya di cilandak, angkutan yang dimaksud pun sudah kembali ke markas mereka masing – masing dan saya memutuskan untuk naik ojeg. Ojeg di Jakarta mahal juga ternyata. Untuk jarak dekat saja diberi tarif Rp. 15.000, semakin jauh semakin bervariasi. Tadinya kita bikin kesepakatan cukup 15.000, tetapi karena saya, tukang ojeg, dan penghuni sekitar  Kemang tidak ada yang tahu dimana letak Red White Lounge Jazz itu, saya harus membayar ongkos yang lebih tinggi, Rp. 25.000 (gila ini adalah pemerasan ala tukang ojeg, bisikku dalam hati).

Hore! Akhirnya sampai juga di RW Lounge. Ini pertama kalinya saya nonton Monita Tahalea dan juga pertama kalinya saya nonton live jazz di tempat mewah seperti ini (naik level dikit nih ceritanya).

Begitu masuk, si cantik Monita sudah memulai pertunjukkannya dengan lagu pertama  I Need Thee Every Hour yang diambil dari album barunya yang berjudul Songs Of Praise. Berlanjut dengan lagu – lagu lainnya yang ada di album itu. Album ini berjumlah enam lagu, jadi ini bisa disebut sebagai mini album atau EP yang dirilis oleh Monita.BSM0rL7CUAIvKBE

Setelah menyanyikan seluruh lagu di album terbarunya Monita, saatnya break sebentar dan saatnya mengambil CD yang di janjikan. Inilah dia penampakan albumnya bersama Tandatangan Monita dan disitu tertulis “Dear Ridwan”. Wow betapa bahagianya malam itu, bisa bertemu idola dan dapet bonus pula (asik!).

Image

Dan showpun kembali berlanjut, monita menyanyikan lagu-lagu miliknya sendiri atau pun lagu cover milik musisi lain. Saya paling suka ketika Monita membawakan lagu I Love You, smua penonton ikut bernyanyi bersama seakan malam itu hanya milik mereka. Malam itu penampilan Monita ditutup dengan lagu 168 yang manis sekali. Puas rasanya bisa menghadiri acara ini.

Saatnya untuk pulang, dan saya tidak tahu harus pergi kearah mana dan naik apa. Sebab saat itu sudah jam 12 lewat dan tidak akan ada angkutan yang melintas sampai pagi hari. Sambil berpikir memikirkan cara untuk pulang, saya memutuskan cari minum sambil berjalan – jalan. Saya melihat ada tiga orang yang sedang duduk sambil mengobrol dipinggir jalan. Saya pun menghampiri mereka, dan bertanya dimanakah masjid terdekat (saya berencana menginap di masjid) dan salah seorang dari mereka menunjukan arah masjid terdekat. Saya tidak memutuskan langsung berangkat, tapi mengobrol-ngobrol dulu sebentar siapa tahu ada angin segar membawaku pulang. Setelah berbincang cukup lama, tiba-tiba salah seorang dari mereka menawari saya untuk diantar pulang sampai ke cilandak. Alhamduliah ternyata masih ada orang sebaik mereka di dunia ini. Berangkatlah saya ke cilandak dan tak lupa berterimakasih pada mereka. Sekali lagi ada orang baik yang mau menolong saya pulang, dia adalah orang Bandung juga yang sedang mencari kerja di Jakarta. Dia membantu mencarikan saya angkot menuju kampung rambutan karena saya tidak tahu harus pakai angkot yang mana, juga ini sudah menjelang pagi. Sampailah saya di  Cileungsi dan berpikir tentang kejadian tadi malam.

Ternyata Tuhan selalu ada untuk hamba-hambanya. Bersyukurlah atas apa yang telah Dia berikan. Dia mengirimkan orang-orang baik malam itu agar saya lebih bersyukur kepada-Nya. Pertolongan Tuhan datang disaat yang tepat. Alhamdulillah 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s