Yeay new mailbox :D

Yeay new mailbox 😀

Yah sekarang saya sudah punya kotak surat yang baru, kotak surat pribadi. Jadi, setiap ada kartu pos atau surat yang datang ke rumah sedangkan saya sedang tidak ada dirumah, maka kotak surat inilah yang akan menerimanya. Biasanya sih kalo ada kartu pos datang ke rumah tapi tak ada orang di rumah, maka kartu pos itu hanya disimpan diatas meja di beranda. Nah lho? Bisa-bisa hilang terbawa angin kartu posnya. Tapi tenang sekarang saya sudah punya kotak pos sendiri.

Camera 360

Akhir-akhir ini saya aktif berkirim kartu pos dengan anggota CardToPost. Apa itu CardToPost? Menurut penjelasan mereka, card to post adalah gerakan yang mengajak kawan-kawan semua untuk membuat kartu pos sebagai sarana menyampaikan pesan, entah itu berupa ungkapan perasaan, ucapan selamat, atau sekedar sapaan.
Wah dari penjelasannya saja sudah membuat saya penasaran untuk mengenal lebih jauh tentang kartu pos. Secara saya ini menyukai hal-hal unik dan menyenangkan. CardToPost punya cara mainnya tersendiri. Untuk menjadi anggota, pertama-tama kita harus datar terlebih dahulu. Untuk berkirim ke sesama anggota kita juga harus minta alamat mereka. Setelah ada konfirmasi permintaan alamat, barulah kita bisa berkirim kartu pos. Pengalaman pertama saya mengirim kartu pos adalah ‘bingung’. Haha saya sudah hidup 20 tahun di dunia ini tapi belum pernah sekalipun datang ke kantor pos unttuk mengirimkan kartu pos. Banyak pertanyaan yang muncul dibenak saya kala itu. Bagaimana cara mengirim kartu posnya? Pakai perangko berapa biar sampai ke penerimanya? Apakah kartu posnya akan sampai? Dari pertanyaan itulah saya mencoba mencari tahu tentang pengiriman kartu pos dengan bertanya kepada pak pos yang baik hati yang mau menjawab semua pertanyaan yang saya ajukan. Hari itu saya mengirimkan 8 buah kartu pos. Dan ternyata setelah menunggu beberapa hari, saya mendapat kabar dari website cardtopost bahwa kartu pos yang saya kirimkan telah sampai dan dipajang di ruang pamer mereka. Ruang pamer adalah ruang khusus untuk memamerkan kartu pos yang kita terima dari anggota lain. Yes! Senang sekali kalau kartu posnya sudah sampai. Apalagi mereka suka dengan kartu pos yang saya kirimkan. Waktu itu saya mengirimkan kartu pos seri mocca yang saya print sendiri. Kartu pos yang akan kita kirimkan itu boleh hasil dari membeli ataupun membuat sendiri. Saya belum berani mengirimkan kartu pos hasil buatan tangan sendiri, soalnya masih ragu apakah penerima kartu pos suka dengan kartu pos yang kita buat? Tetapi lama kelamaan, saya pun mencoba untuk membuat kartu pos dengan tangan saya ini. Kartu pos yang dibuat itu hasil gambaran menggunakan pensil warna, spidol, & cat air. Ada juga kartu pos yang terbuat dari gambar-gambar keren di majalah dan juga gambar-gambar kecil yang saya jadikan kolase.

38 1620_3252563528272_478864255_n 970011_3362579198595_1861042462_n 972093_3362578438576_1247447231_n 998911_3252809174413_1210481099_n 1005860_3252584848805_1315509593_n 1044913_3252591248965_2119616065_n

Suatu hari ada pak pos datang ke rumah membawa dua buah kartu pos untuk saya. Yeah senang sekali rasanya mendapat kartu pos untuk pertama kalinya, dua kartu lagi. Kartu pos itu datang dari Dio dan Wulan. Wah ternyata mereka teman baru yang belum pernah saya kirimi kartu pos. Yang pertama adalah kartu pos bergambar laba-laba dan yang kedua adalah kartu pos bergambar mesjid. Semua kartu pos yang saya terima, dikumpulkan dalam sebuah buku yang saya siapkan untuk menyimpan kartu pos yang saya terima. Kurang lebih mirip seperti album foto, bedanya ini berisi kartu pos yang teman-teman kirimkan. Dan sekarang sudah cukup banyak kartu pos yang saya terima. Dari sana juga saya banyak mendapat teman baru. Ada dari Bandung, Jogja, Bali dan masih banyak lagi.

Mufti Wulan

Lama kelamaan saya menikmati salah satu hobi saya yang unik ini. Kenapa unik? Soalnya banyak yang bertanya kenapa sih harus susah-susah berkirim kartu pos? Padahal kan sekarang jaman sudah canggih tinggal telpon atau sms juga bisa kan ? Ya memang benar bisa tpi tahukah kalian? Sebelum ada internet dan telepon, kartu pos adalah sarana bertukar pesan yang populer digunakan pada saat itu. Menurut saya sensasi dari berkirim kartu pos itu “beda”, ini lebih dari sekedar sms atau mention saja. Ada ‘rasa’ tersendiri dari berkirim kartu pos itu, seperti harap2 cemas apakah kartunya sampai atau tidak. Juga ada rasa penasaran apakah penerimanya suka dengan kartu pos yang kita kirimkan? Atau rasa tidak sabar menanti balsan dari kartu pos yang kita kirimkan, seperti apa gambar dan isi kartu pos balasan tersebut. Kartupos itu nyata bisa dipegang juga, kalau kangen sama kenangannya tinggal review lagi deh kartu pos nya 🙂

Iklan

One thought on “Yeay new mailbox :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s