0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 13 (Navigasi Coffee) ft. Dani & Aji

navigasi-01

Selama aku tinggal di Bekasi, aku belum menemukan tempat ngopi yang cocok secara suasana dan kopinya itu sendiri. Temanku merekomendasikan satu tempat ngopi yang ada di kampusnya. Lokasinya ada di jalan kalimalang kawasan cibatu cikarang, persis setelah kolong jembatan layang jika kamu datang dari arah bekasi. Navigasi coffee namanya.

IMG_1156

Saat pertamakali datang, saya agak canggung karena saya belum mengenal mereka, sedangkan teman saya sudah mengenal mereka karena sering berkunjung kesana. Aku memesan cappuccino saat itu, Aji dan Dani yang meracik kopinya. Mereka ‘bro banget’ terhadap siapapun yang datang ke kedai kopi mereka. Dari sana, aku mulai tertarik untuk ngobrol dan merekamnya dalam Popsmile Podcast.

IMG_1185

Aku datang kesana kali kedua dalam rangka merekam podcast bersama Aji & Dani. Waktunya cukul dadakan, saat itu temanku bilang bahwa dia sudah menyampaikan maksudku untuk membuat podcast bersama mereka. Aku menunggu sampai agak malam sampai pengunjung sepi agar mereka tidak terganggu dengan sesi rekamannya. Dalam podcast, mereka bercerita tentang sejarah, filosofi nama Navigasi dan juga tujuan mereka membuka kedai disana.

IMG_1170

Setelah sesi rekaman selesai, mereka nyanyi – nyanyi bareng sama temen – temen yang masih ada disana sampai kedainya tutup.

IMG_1193

a

Ada lagu Filosofi Logika juga yang kamu bisa dengarkan di sesi podcast kali ini. Selamat mendengarkan.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 13

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Satu Segmen – Musik dimasukkan di akhir rekaman suara

Tempat : Navigasi Coffee Cikarang

Software : Adobe Audition

navigasi1-01

Iklan
1

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 11 (Jalan Hore Bandung) ft. Fasya

fasya-01

“Makasih gan informasinya,” komentarku dalam salah satu postingan blog Fasya Aulia.

Saya mengenal Fasya dari postingan blog http://www.fasyaulia.wordpress.com soal review salah satu cafe yang ada di Bandung. Saat itu saya sedang mencari temapat nongkrong yang cocok untuk budget anak kuliahan. Saya kagum dengan Fasya karena ada seseorang yang mau menuliskan review tempat – tempat nongkrong di Bandung oleh orang Bandung itu sendiri. Dari sana, pertemanan kami berlanjut ke instagram dengan saling mengikuti akun masing – masing.

20180819_154254A

Fasya Aulia

Feed instagram @fasyaulia ini rapi banget menurutku, tone-nya bikin adem mata dengan dominasi warna biru di beberapa postingannya.

Fasya menuliskan Bandung, cerita, ulasan makanan, ulasan musik dan hal lainnya. Cara menulis Fasya cukup unik menurutku. Di beberapa postingan, saya memperhatikan suka ada kalimat – kalimat menggelitik yang tau – tau muncul. Entah itu di awal tulisan, pertengahan ataupun akhir tulisan. Contohnya seperti ini :

Hari ini kerjaan lagi super santai, like a boss, padahal…MANA ADA BOS SANTAI-SANTAI WOY ELAH SUKA NGARANG AJA.

(dikutip dari https://fasyaulia.com/manfaat-ngeblog-versi-fasya/)

Fenomena menarik lainnya adalah, blog Fasya ramai akan pengunjung dan komentar. Entah itu ketika masih fasyaulia.wordpress.com, fasyaulia.com ataupun rumah paling barunya saat ini blogfsy.wordpress.com. Saya berasumsi kalau hal itu terjadi karena Fasya rajin berkunjung ke blog teman – teman lainnya, serta meninggalkan komentar atau like di postingan yang dia kunjungi. Selain itu dia memang termasuk orang yang ramah. Saya bisa bilang kalau Fasya ini blogger kesayangan teman – temannya.

Saat ini Fasya mempunyai project Jalan Hore Bandung bersama dua kawannya-Anggietta & Ardizza. Jalan Hore Bandung adalah rebranding dari Fasya & Friends yang merupakan cikal bakal terbentuk formasi saat ini. Sebagian besar tulisan di jalanhorebandung.com merupakan tulisan – tulisan tentang Bandung. Fasya bercerita kalau dia harus mengabadikan sebagian momen yang dirasakannya di Bandung. Hal itu terpikir karena semua teman yang berkunjung selalu berkata kalau Bandung itu ngangenin, mereka ingin tinggal berlama – lama andai saja tak punya urusan lain di kota masing – masing. Jalan Hore Bandung mempunyai empat kategori untuk tulisan – tulisannya, yaitu : Wisata, Kuliner, Event dan Jalan-in dulu aja (really? nyeredet banget haha). Fasya menuturkan dalam sesi rekaman podcast, kalau Jalan Hore Bandung ini adalah rumah bagi tulisan mereka bertiga. Baik buruknya tulisan, ya itu tulisan mereka.

Bagi Fasya, Bandung itu segalanya–tempat pulang, rumah, teman dan keluarga. Bandung selalu punya kejutan dengan caranya tersendiri.

Dalam sesi podcast kali ini, saya memilihkan lagu Puncak Pohon Bandung dari Dhirabongs yang cukup mewakili suasana Bandung lewat musik dan liriknya. Yuks dengerin langsung podcastnya 🙂

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 11

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Satu Segmen – Musik dimasukkan di akhir rekaman suara

Tempat : Kamar Tujuh Koffie Bandung

Software : Adobe Audition

fasya1-01

0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 10 (Silent Comic Bandoeng Tempo Doele) ft. Alis

alis-01

“Gimana sih cara buat menemukan style pribadi dalam menggambar?”

Satu pertanyaan diatas sering sekali saya dengar dari audience yang hadir dalam sesi tanya jawab tentang desain grafis dan ilustrasi dalam sebuah podcast yang dibawakan R.Hakim. Saya sendiri pun sering bertanya – tanya bagaimana caranya untuk menemukan style yang bisa menjadi ciri khas seseorang?

Jawaban dari pertanyaan itu bisa saya temukan dalam ilustrasi yang dibuat oleh Tsalitsa Kamila (Alis). Saya mengenal Alis dari seorang teman kuliah yang merupakan kakanya sendiri. Gambar yang dibuat Alis di DeviantArt membuat saya kagum dan mulai menyimak gambar – gambarnya. Disana dia sering membuat fan art, doodling dan juga karakter dengan suasana tertentu.

autumn_by_tsalitsa-d7o0efg

a landscape from (500)days of summer movie. water color+drawing pen on paper. Sumber : https://www.deviantart.com/tsalitsa

Beberapa waktu yang lalu, Alis merilis art print berbentuk postcard tentang “Bandoeng Tempo Doeloe”. Ada dua set postcard dalam seri ini, seri Surya dan seri Senja. Postcard yang dibuat menunjukan ilustrasi kota Bandung di akhir 1930an. Seluruh gambar dari seri kartupos ini diambil dari tugas akhir yang dikerjakannya.  Kegemarannya akan sejarah dan kota Bandung membuat Alis tergerak untuk mengerjakan tugas akhir dengan tema kota Bandung yang diberi judul “Baraga”.

IMG-20180818-WA00291

Sumber : dokumentasi @tsalitsak

Dari postcard dan tugas akhir yang dikerjakannya, saya penasaran tentang proses kreatif dan cerita dibalik karya tersebut. Beberapa waktu setelah postcard saya terima, saya mencoba untuk memberanikan diri mengajak Alis untuk berbagi dalam sesi Popsmile Podcast yang saya buat. Dalam sesi podcast, Alis bercerita tentang sejarah yang ingin dia bagi dalam bentuk yang lebih mudah dipahami–yakni ilustrasi.  ‘Baraga’ menceritakan tentang seseorang yang berkunjung ke kota Bandung dan secara tidak sadar kembali ke masa lampau lewat kereta yang ditumpanginya. Secara tersirat, Alis menunjukan bangunan – bangunan tempo doeloe dari tempat – tempat yang Baraga lewati.

IMG-20180818-WA00141

Sumber : dokumentasi @tsalitsak

Saya berkesempatan untuk melihat secara saksama karya Baraga dari Alis, dengan mata kepala saya sendiri. Saya menangkap sesuatu yang coba Alis sampaikan lewat ilustrasi tanpa teks atau ‘Silent Comic’ yang dia buat. Gambarnya memiliki kekuatan dari suasana yang dibangun, goresan garis dan juga warna yang dipilih. Alis punya ciri khas tersendiri untuk ilustrasi yang dia buat. Saya juga jadi mengerti kalau ‘style’ menggambar hanya bisa didapatkan lewat latihan dan kerja keras yang dilakukan secara terus menerus. Sekarang, saya cukup bisa mengenal gambar Alis hanya dengan melihat gambarnya saja.

IMG-20180818-WA0026

Giniris. OC from @tsalitsak

Alis sering mendengarkan musik instrumental saat sedang menggambar. Dalam sesi podcast kali ini, Alis memilihkan musik instrumental dari Explosion In The Sky – Postcard From 1952 dan Joe Hisaishi – The Promise of the World (Symphonic Winds) untuk didengarkan diela – sela obrolan.  Sebagai lagu penutup, saya memilihkan lagu Sigur Ros – Staralfur. Yuk langsung dengerin sesi ngobrol santai kami berdua.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 10

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Giggle Box Bandung

Software : Adobe Audition

alis2-01

0

Postinor (Podcast Ngomongin Orang) Podcast

Postinor (Podcast ngomonging orang) adalah sebuah podcast yang diisi oleh dua orang sahabat dengan tema ngomongin orang. Amel & Vinsen ngobrol ngalor ngidul soal hal yang menarik, juga hal yang sedang ramai jadi perbincangan dengan berbagai sudut pandang. Saya tahu postinor ketika mendengarkan podcast Suarane yang beberapa kali menyebut Postinor dalam podcastnya sehingga saya mulai penasaran buat dengerin mereka.

postinor1

Amel & Vinsen. Sumber : https://soundcloud.com/podcastinor

Saya mendengarkan mereka mulai dari episode S02E01: 1 Down, 99 More To Go! dan mundur sampai ke episode pertama mereka. Di episode itu, mereka ngobrolin soal perbandingan season pertama dengan season kedua yang baru mereka mulai di 2018. Mereka juga ngobrolin soal kredibilitas orang, pelecehan seksual dan Tinder. Di episode itu, mereka dibantu oleh rekan mereka Diky.

Saya suka dengan cara mereka membawakan podcast yang selalu menjelaskan konteks di awal, supaya pembahasannya lebih jelas. Kadang Amel mulai menceritakan masalah yang terjadi, lalu Vinsen menanggapi dengan sudut pandang darinya, bisa sejalan, bisa juga sudut pandang yang baru. Kadang juga Vinsen memulai obrolan dan Amel menanggapinya, lalu mereka memandang juga dari sudut pandang pria dan wanita.

Saya senang dengan cara mereka berbicara yang ‘Jakarta’ banget dengan istilah – istilah yang baru saya hapal ketika mendengar podcast mereka. Durasi podcast mereka cukup panjang, dari tiga puluh menit sampai enam puluh menit. Dengerin podcast mereka tuh gak kerasa banget, tahu – tahu udah finish aja di menit terakhir saking obrolannya ngalir secara natural. Yuk ikut dengerin podcast mereka disini. Oh iya dibanding ngomongin orang, mereka cenderung lebih banyak ngomongin diri mereka sendiri sih. *laugh*

postinor

Soundcloud Postinor. Sumber : https://soundcloud.com/podcastinor

0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 9 (Backstage Life) ft. Dwi

fdwi1-01

Saya kenal dengan F.Dwi saat menonton konser Tulus di Bandung, waktu itu kakaknya Dwi mengajaknya buat ikut nonton. Saya, Dwi dan beberapa teman yang ikut saat itu mulai menjadi teman nonton gigs yang ada di Bandung. Semenjak saat itu, Dwi mulai lebih sering menghadiri acara musik sampai menjadi penyelenggara acara musik.

20180721_130558

Saya pernah dengar cerita kalau Dwi lebih enjoy untuk berada di belakang layar dibanding menikmati musik sebagai penonton. Dwi merasa masa menjadi penonton sudah cukup dan mulai menyalurkan keresahannya untuk bergabung dalam satu acara musik. Dwi tergabung di tim Intimacy sebagai volunteer. Acara tersebut mengambil konsep keintiman antara musisi dan pendengarnya, sehingga hampir tidak ada jarak antara mereka.

ai

An Intimacy instagram feed. Sumber : https://www.instagram.com/anintimacy_/

Selain menjadi volunteer, Dwi punya personal project untuk teman – teman yang suka bikin mixtape. Dwi mengajak mereka untuk berkolaborasi membagikan playlist dengan artwork yang dibuat oleh masing – masing orang. Selanjutnya, Dwi ingin mengadakan offline showcase untuk mereka tampil.

ai2

Senses Journey instagram feed. Sumber : https://www.instagram.com/sensesjourney/

Perihal lagu, Dwi memilih lagu Little Prince dari Rich Brian sebagai lagu pertama dan lagu Vintage dari Nikki sebagai lagu kedua. Dwi memilih dua lagu itu karena memang lagi sering dengerin lagu dari dua musisi Indonesia yang berkarir di luar negeri. Sedangkan untuk lagu penutup, saya memutarkan lagu Memories That Last A Dream dari HMGNC karena pernah mendengarkan lagu ini langsung bersama Dwi ketika datang ke launching single terbarunya. Semua cerita Dwi bisa kamu dengarkan di soundcloud.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 9

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Kineruku Bandung

Software : Adobe Audition

fdwi11-01

0

Cerita dibalik Popsmile Podcast 8 (Backpacker-an ke Bromo & B29) ft. Rahma

.

rahma11-01

Rahma Wati memulai backpaker-an untuk pertama kalinya ke Bali bersama seorang sahabat. Traveling yang dijalani Rahma berawal dari kebosanan rutinitas yang berulang. Dari sanalah Rahma menjadi seorang pendaki yang saya kenal. Saya dan Rahma berasal dari perguruan tinggi yang sama, namun kami baru bertemu dan saling mengenal setelah lulus. Pertengahan Juli kemarin, saya mengajak Rahma untuk bergabung dalam Popsmile Podcast dan bercerita tentang perjalanannya backpacker-an.

20180719_204708

Saya pertamakali mengikuti akun instagramnya @_raahmaa yang berisikan foto – foto perjalanan dengan view yang asik, sesekali ada portrait juga di dalamnya. Feed Rahma ini terbilang cukup rapi dan tone yang dihasilkan dari fotonya cukup soft.

rhm

Setiap perjalanan yang dilaluinya, Rahma menuliskan semua itu dalam portal Backpacker Jakarta. Rahma menuliskan detail – detail rute, tiket, makanan khas dan juga cerita perjalanannya. Selain itu, Rahma juga aktif menjadi seorang relawan di Ruang Berbagi Ilmu.

rhm1

Rahma memilih lagu A Walk dari Tycho sebagai lagu pertama karena lagu instrumental ini cocok digunakan sebagai latar sebuah video traveling versi Rahma. Lagu kedua, Rahma memilih Happier dari Ed Sheeran karena merasa lebih happy ketika menjalani hobi ini. Sedangkan lagu ketiga, saya memutar lagu Bonfire dari Strangers karena lagu ini merupakan soundtrack jalan – jalan versi saya. Semua cerita Rahma bisa kamu dengarkan di soundcloud.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 8

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Paradigma Cafe Jakarta

Software : Adobe Audition

rahma2-01

0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 7 (Jogja : Kota Istimewa, Nyaman & Ngangenin) ft.Juno & Adzkia

jogja-01

Masih dalam rangkaian perjalanan saya ke Jogja, saya bertemu dua orang teman untuk membahas soal Jogja. Saya mengajak Herjuno Margana Putra dan Adzkia Afifa untuk ngobrol santai sore di Jogja, sebelum saya pulang ke Bekasi. Saya penasaran kenapa Jogja itu istimewa, hal apa yang membuatnya istimewa, maka dari itu saya langsung ngulik dari narasumber asli Jogja.

Saya mengenal Juno & Adzkia lewat komunitas berkirim kartupos di Cardtopost. Saya berkirim bersama Adzkia saat dirinya masih berada di asrama dan hanya membalas di waktu tertentu saja. Sedangkan Juno, saya mengenalnya lewat project polaroid postcard-nya yang sempat fenomenal dan hits di kalangan anggota cardtopost.

Saya bersama Juno awalnya sepakat untuk merekam podcast di tempat makan yang tidak terlalu ramai. Namun, ketika kami tiba disana, tempat makannya baru buka malam hari. Jadi, kami memutuskan untuk merekam podcast di sebuah cafe yang tidak jauh dari lokasi pilihan pertama. Juno mengisi dua segmen pertama sendirian, sedangkan Adzkia baru ikut di segmen ketiga karena baru selesai dengan perkuliahannya. Juno bercerita banyak soal kebudayaan Jogja, asal muasal Yogyakarta, dan komunitas kreatif di Jogja. Adzkia bergabung ketika kita ngobrolin kuliner Jogja dan hal yang paling ngangenin dari Jogja.

20180714_143727

Pojok rekaman podcast

Lagu pertama dalam podcast, Juno memilihkan Yogyakarta dari Kla Project yang bernuansa romansa kota romantis. Ngayojokarto dari Genk Kobra dipilih Juno sebagai lagu kedua karena lagu ini bisa mereperesentasikan semua hal yang ada di Jogja. Sedangkan lagu ketiga, saya memilihkan lagu Sesuatu di Jogja dari Adhitia Sofyan karena merasa ada sesuatu di Jogja yang bisa bikin saya terus balik ke kota ini. Semua cerita tentang Jogja bersama Juno & Adzkia, dapat kamu dengarkan versi audionya di souncloud.

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 7

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Cafe Tamansari Yogyakarta

Software : Adobe Audition

jogja1-01