0

Postinor (Podcast Ngomongin Orang) Podcast

Postinor (Podcast ngomonging orang) adalah sebuah podcast yang diisi oleh dua orang sahabat dengan tema ngomongin orang. Amel & Vinsen ngobrol ngalor ngidul soal hal yang menarik, juga hal yang sedang ramai jadi perbincangan dengan berbagai sudut pandang. Saya tahu postinor ketika mendengarkan podcast Suarane yang beberapa kali menyebut Postinor dalam podcastnya sehingga saya mulai penasaran buat dengerin mereka.

postinor1

Amel & Vinsen. Sumber : https://soundcloud.com/podcastinor

Saya mendengarkan mereka mulai dari episode S02E01: 1 Down, 99 More To Go! dan mundur sampai ke episode pertama mereka. Di episode itu, mereka ngobrolin soal perbandingan season pertama dengan season kedua yang baru mereka mulai di 2018. Mereka juga ngobrolin soal kredibilitas orang, pelecehan seksual dan Tinder. Di episode itu, mereka dibantu oleh rekan mereka Diky.

Saya suka dengan cara mereka membawakan podcast yang selalu menjelaskan konteks di awal, supaya pembahasannya lebih jelas. Kadang Amel mulai menceritakan masalah yang terjadi, lalu Vinsen menanggapi dengan sudut pandang darinya, bisa sejalan, bisa juga sudut pandang yang baru. Kadang juga Vinsen memulai obrolan dan Amel menanggapinya, lalu mereka memandang juga dari sudut pandang pria dan wanita.

Saya senang dengan cara mereka berbicara yang ‘Jakarta’ banget dengan istilah – istilah yang baru saya hapal ketika mendengar podcast mereka. Durasi podcast mereka cukup panjang, dari tiga puluh menit sampai enam puluh menit. Dengerin podcast mereka tuh gak kerasa banget, tahu – tahu udah finish aja di menit terakhir saking obrolannya ngalir secara natural. Yuk ikut dengerin podcast mereka disini. Oh iya dibanding ngomongin orang, mereka cenderung lebih banyak ngomongin diri mereka sendiri sih. *laugh*

postinor

Soundcloud Postinor. Sumber : https://soundcloud.com/podcastinor

Iklan
0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 9 (Backstage Life) ft. Dwi

fdwi1-01

Saya kenal dengan F.Dwi saat menonton konser Tulus di Bandung, waktu itu kakaknya Dwi mengajaknya buat ikut nonton. Saya, Dwi dan beberapa teman yang ikut saat itu mulai menjadi teman nonton gigs yang ada di Bandung. Semenjak saat itu, Dwi mulai lebih sering menghadiri acara musik sampai menjadi penyelenggara acara musik.

20180721_130558

Saya pernah dengar cerita kalau Dwi lebih enjoy untuk berada di belakang layar dibanding menikmati musik sebagai penonton. Dwi merasa masa menjadi penonton sudah cukup dan mulai menyalurkan keresahannya untuk bergabung dalam satu acara musik. Dwi tergabung di tim Intimacy sebagai volunteer. Acara tersebut mengambil konsep keintiman antara musisi dan pendengarnya, sehingga hampir tidak ada jarak antara mereka.

ai

An Intimacy instagram feed. Sumber : https://www.instagram.com/anintimacy_/

Selain menjadi volunteer, Dwi punya personal project untuk teman – teman yang suka bikin mixtape. Dwi mengajak mereka untuk berkolaborasi membagikan playlist dengan artwork yang dibuat oleh masing – masing orang. Selanjutnya, Dwi ingin mengadakan offline showcase untuk mereka tampil.

ai2

Senses Journey instagram feed. Sumber : https://www.instagram.com/sensesjourney/

Perihal lagu, Dwi memilih lagu Little Prince dari Rich Brian sebagai lagu pertama dan lagu Vintage dari Nikki sebagai lagu kedua. Dwi memilih dua lagu itu karena memang lagi sering dengerin lagu dari dua musisi Indonesia yang berkarir di luar negeri. Sedangkan untuk lagu penutup, saya memutarkan lagu Memories That Last A Dream dari HMGNC karena pernah mendengarkan lagu ini langsung bersama Dwi ketika datang ke launching single terbarunya. Semua cerita Dwi bisa kamu dengarkan di soundcloud.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 9

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Kineruku Bandung

Software : Adobe Audition

fdwi11-01

0

Cerita dibalik Popsmile Podcast 8 (Backpacker-an ke Bromo & B29) ft. Rahma

.

rahma11-01

Rahma Wati memulai backpaker-an untuk pertama kalinya ke Bali bersama seorang sahabat. Traveling yang dijalani Rahma berawal dari kebosanan rutinitas yang berulang. Dari sanalah Rahma menjadi seorang pendaki yang saya kenal. Saya dan Rahma berasal dari perguruan tinggi yang sama, namun kami baru bertemu dan saling mengenal setelah lulus. Pertengahan Juli kemarin, saya mengajak Rahma untuk bergabung dalam Popsmile Podcast dan bercerita tentang perjalanannya backpacker-an.

20180719_204708

Saya pertamakali mengikuti akun instagramnya @_raahmaa yang berisikan foto – foto perjalanan dengan view yang asik, sesekali ada portrait juga di dalamnya. Feed Rahma ini terbilang cukup rapi dan tone yang dihasilkan dari fotonya cukup soft.

rhm

Setiap perjalanan yang dilaluinya, Rahma menuliskan semua itu dalam portal Backpacker Jakarta. Rahma menuliskan detail – detail rute, tiket, makanan khas dan juga cerita perjalanannya. Selain itu, Rahma juga aktif menjadi seorang relawan di Ruang Berbagi Ilmu.

rhm1

Rahma memilih lagu A Walk dari Tycho sebagai lagu pertama karena lagu instrumental ini cocok digunakan sebagai latar sebuah video traveling versi Rahma. Lagu kedua, Rahma memilih Happier dari Ed Sheeran karena merasa lebih happy ketika menjalani hobi ini. Sedangkan lagu ketiga, saya memutar lagu Bonfire dari Strangers karena lagu ini merupakan soundtrack jalan – jalan versi saya. Semua cerita Rahma bisa kamu dengarkan di soundcloud.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 8

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Paradigma Cafe Jakarta

Software : Adobe Audition

rahma2-01

0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 7 (Jogja : Kota Istimewa, Nyaman & Ngangenin) ft.Juno & Adzkia

jogja-01

Masih dalam rangkaian perjalanan saya ke Jogja, saya bertemu dua orang teman untuk membahas soal Jogja. Saya mengajak Herjuno Margana Putra dan Adzkia Afifa untuk ngobrol santai sore di Jogja, sebelum saya pulang ke Bekasi. Saya penasaran kenapa Jogja itu istimewa, hal apa yang membuatnya istimewa, maka dari itu saya langsung ngulik dari narasumber asli Jogja.

Saya mengenal Juno & Adzkia lewat komunitas berkirim kartupos di Cardtopost. Saya berkirim bersama Adzkia saat dirinya masih berada di asrama dan hanya membalas di waktu tertentu saja. Sedangkan Juno, saya mengenalnya lewat project polaroid postcard-nya yang sempat fenomenal dan hits di kalangan anggota cardtopost.

Saya bersama Juno awalnya sepakat untuk merekam podcast di tempat makan yang tidak terlalu ramai. Namun, ketika kami tiba disana, tempat makannya baru buka malam hari. Jadi, kami memutuskan untuk merekam podcast di sebuah cafe yang tidak jauh dari lokasi pilihan pertama. Juno mengisi dua segmen pertama sendirian, sedangkan Adzkia baru ikut di segmen ketiga karena baru selesai dengan perkuliahannya. Juno bercerita banyak soal kebudayaan Jogja, asal muasal Yogyakarta, dan komunitas kreatif di Jogja. Adzkia bergabung ketika kita ngobrolin kuliner Jogja dan hal yang paling ngangenin dari Jogja.

20180714_143727

Pojok rekaman podcast

Lagu pertama dalam podcast, Juno memilihkan Yogyakarta dari Kla Project yang bernuansa romansa kota romantis. Ngayojokarto dari Genk Kobra dipilih Juno sebagai lagu kedua karena lagu ini bisa mereperesentasikan semua hal yang ada di Jogja. Sedangkan lagu ketiga, saya memilihkan lagu Sesuatu di Jogja dari Adhitia Sofyan karena merasa ada sesuatu di Jogja yang bisa bikin saya terus balik ke kota ini. Semua cerita tentang Jogja bersama Juno & Adzkia, dapat kamu dengarkan versi audionya di souncloud.

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 7

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Cafe Tamansari Yogyakarta

Software : Adobe Audition

jogja1-01

0

Cerita dibalik Popsmile Podcast 6 (@apikapik.id : Pelarian Berbuah Kreativitas) ft. Oneng

Popsmile Podcast #6A-01

Pertengahan Juli Dua Ribu Delapan Belas, saya secara tiba – tiba ada keinginan untuk pergi ke Jogja dan bertemu dengan teman – teman disana. Saat itu, saya sedang membuat sebuah project kecil bernama #AgaBersamaTemanDanKucingnya. Project itu bercerita tentang kedekatan seorang teman bersama dengan kucingnya. Di Jogja, saya sudah janjian dengan Oneng Ayu Annisa untuk bahas Emen si kucing milik Oneng. Tapi, ketika sudah selesai membahas kucing, saya menawarkan Oneng untuk ikut rekaman di Popsmile Podcast dan menceritakan soal hobi yang dijalaninya.

20180713_141910

Oneng & Emen. Sumber : Dokumentasi Pribadi

Saya kenal dengan Oneng dari komunitas berkirim kartupos di Cardtopost. Kami intens berkirim kartupos sampai dengan hari ini. Oneng bercerita tentang pelarian dari kisah cintanya, kartupos adalah pelarian yang pertama. Dia menjadikan kartupos sebagai sarana curhat. Oneng pernah membuat satu seri kartupos dengan tema alphabet card dan mengirimkannya kepada teman – teman sesuai dengan huruf awalan nama mereka.

IMG_6973

Alphabet card. Sumber : http://haipakpos.blogspot.com

Saya mendapatkan huruf A dengan gambar Apple yang digambar menggunakan crayon.

Oneng Ayu Annisa2

Kartupos buatan Oneng. Sumber : Dokumentasi Pribadi

Saya pernah mengirimkan satu kartupos dengan seri kancing sebagai aksesoris tambahan.

Oneng Ayu Annisa3

Kartupos buatan Aga. Sumber : haipakpos.blogspot.com

Semua kartupos yang Oneng terima, diarsipkan dalam satu blog Hai Pak Pos di haipakpos.blogspot.com

hai

Pelarian kreatif kedua Oneng adalah rajutan. Berawal dari sering melewati toko rajutan Poyeng yang ada di Jogja, Oneng mulai memberanikan diri untuk mencoba merajut. Bahkan dirinya sempat menjadi asisten di toko rajut tersebut. Oneng bilang bahwa merajut bagai meditasi bagi dirinya. Ketika merajut dengan mood yang baik, hasilnya akan baik juga. Namun, kalau merajut saat mood tidak baik, maka akan banyak sekali pola yang tidak tepat. Oneng membuka akun sendiri untuk hobi rajutannya di instagram @apikapi.id. Kamu bisa memesan rajutan ke @apikapik.id sebagai hadiah untuk orang – orang tersayang atau untuk dirimu sendiri.

apik

Feed Instagram @apikapik.id. Sumber : https://www.instagram.com/apikapik.id/

Pilihan lagu pertama dari Oneng adalah lagu dari Maliq & D’Essentials yang berjudul Himalaya. Lagu ini dipilih karena menjadi pemicu awal untuk memulai pelarian yang membuahkan kreativitas. Lagu kedua, Kou Kou The Fisherman dari EndahNRhesa. Oneng memilih lagu ini untuk diputar karena merasa ada keterkaitan tentang pilihan hidupnya saat ini, yang harus melompat ke Ibukota dan meninggalkan Jogja untuk sementara waktu. Lagu ketiga adalah lagu pilihan dariku, Tentang Cintanya Raisan kupilih karena tema Podcast sore itu lebih banyak tentang cintanya. Semua cerita tentang Oneng, dapat kamu dengarkan versi audionya di souncloud.

if_soundcloud_173910
via souncloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 6

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Kediaman Oneng Yogyakarta

Software : Adobe Audition

agatha12-01

Oh iya, untuk Podcast kali ini, pertama kalinya menggunakan dua microphone. Keduanya disambungkan ke Rode SC6 Dual Input Microphone.

2

Cerita dibalik Popsmile Podcast 5 (Kuwe Jahe; Cerita Orang – Orang Menarik) ft. Agatha Astari

agatha-01

Pertemuanku dengan Agatha berawal dari komunitas berkirim kartupos bernama Cardtopost. Pada saat itu, saya belum memiliki teman dan mulai meminta alamat dari anggotanya secara acak, namun berurutan dari abjad a sampai z. Dari sana, saya menemukan nama Agatha Astari disebelah nama yang saya masukkan-Aga Ridwan, lalu mengirimkan Agatha sosok random warna – warni menggunakan pensil warna dengan isi pesan salam, kemiripan nama dan musik favorit.

Agatha Astari12

kartupos yang diterima Agatha. sumber : cardtopost.com

Beberapa minggu kemudian, Agatha membalas kiriman kartposku dengan ilustasi menarik nan menggemaskan tentang lagu Adhitia Sofyan – After The Rain. Saya percaya setiap lagu ada yang menjadi pengingat terhadap orang lain. Lagu After The Rain ini berhasil menjadi pemicu ingatan terhadap Agatha untuk saya, karena pernah menerima ilustrasi yang spesial ini.

Agatha Astari

kartupos yang saya terima

Akhir Juni dua ribu delapan belas, Agatha berkunjung ke Bandung dalam rangka menghadiri sidang akhir sahabatnya di salahsatu universitas, sekaligus berlibur. Dia mengajakku untuk bergabung berkeliling kawasan Bandung. Dalam obrolan sepanjang perjalanan, tercetuslah ide untuk membuat sebuah podcast tentang Agatha dan personal project-nya. Rekaman dilakukan di sebuah cafe yang cukup ramai pengunjung siang itu.

agatha1

Dalam podcast, Agatha bercerita mengenai desain yang pernah diikutsertakan dalam kompetisi desain kemasan di Asia Student Package Design Competition (ASPaC) 2017. Desain kemasan untuk produk tali Kodok Mas dari Agatha masuk dalam nominasi Merit Awards dan mejeng di Jepang.

Agatha mengunggah beberapa project desain yang dia kerjakan di behance https://www.behance.net/agathaastari

gath

tampilan behance Agatha

Selain mengerjakan desain grafis dan ilustrasi, Agatha punya personal project mengenai cerita orang – orang menarik dan merangkum itu semua di Kuwe Jahe.

gath2

tampilan website Kuwe Jahe

Dalam Podcast ini, Agatha memilih lagu Systems dari Anantara ft. Havelaars sebagai lagu pembuka, Lagu ini dipilih karena sedang menjadi lagu andalan yang diputar. Dengan musik yang funky dan jazzy, Agatha tidak menyangkan kalau lagu dan band ini berasal dari Indonesia sampai dia mencari tahu soal mereka. Lagu kedua, Agatha memilih Hujan di Mimpi dari Banda Neira. Lagu ini menjadi oase ketika Agatha mengerjakan tugas DKV tengah malam. Sedangkan lagu ketiga, saya memilihkan lagu After The Rain dari Adhitia Sofyan karena suka dengan ilustrasi After The Rain-nya versi Agatha. Semua cerita tentang Agatha diatas, dapat kamu dengarkan versi audionya di souncloud.

if_soundcloud_173910

via souncloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 5

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : The Parlor Bandung

Software : Adobe Audition

agatha1-01

 

0

Cerita dibalik Popsmile Podcast 4 (Kenapa Kamu Menulis?) ft. Maharani & Risangtika

Kenapa Kamu Menulisori-01

Menulis membuat saya dekat dengan orang lain dan menjadikan kami berteman. Ada beberapa teman yang saya pertimbangkan untuk masuk dalam podcast dalam tema menulis. Namun, Maharani dan Risang adalah dua teman yang saya pilih. Pertama, mereka berdua adalah sahabat karib semenjak SMA bagi satu sama lainnya. Kedua, ada ajakan kolaborasi juga dari Maharani yang ingin membuat sesuatu dalam medium apapun sehingga saya memutuskan untuk membuat podcast bersama mereka. Rekaman Popsmile Podcast episode keempat ini dilakukan di sebuah coffee shop yang tidak terlalu ramai di bagian dalamnya. Sebelumnya, kami bertiga janjian di kedai dimsum di daerah Braga, namun tempatnya terlalu bising oleh blower. Jadi, kami bersepakat untuk mencari tempat ngopi di daerah Veteran – Bandung.

mahar risang1

Dari kiri : Maharani, Risang

Saya bertemu Maharani Fitri Lestari Nurnia via media sosial, awalnya kami terhubung karena ketertarikan terhadap musik yang sama. Lama kelamaan, saya menemukan bahwa dia senang menulis di blog. Saya suka dengan tulisan – tulisannya karena tema menulis Mahar ‘ngena banget’ . Dia membahas soal pemikiran, teman dan kegalauan di usia remaja menuju dewasa. Saat ini, Mahar mencurahkan pemikirannya di penenunkata.blogspot.com. Rumah baru untuk semua tulisan barunya.

maha

tampilan penenun kata

Risangtika Bagaskara adalah teman kuliah saya, namun saya baru tahu dia suka menulis setelah lulus kuliah. Saya baru menyadari itu saat dia ikut program menulis di instagram. Tulisan Risang cenderung sendu jika dilihat pemilihan katanya. Mungkin bisa jadi karena terinspirasi oleh beberapa penulis favoritnya, seperti yang dia sebutkan dalam rekaman podcast. Risang lebih senang menulis di caption instagram dibandingkan menulis di blog. Risang bilang batasan karakter dalam instagram sudah cukup menjadi ruang untuk mencurahkan kata – kata.

risang

tampilan tulisan risang di instagram

Lagu pertama adalah Mercusuar dari Kunto Aji, pilihan dari Mahar. Lagu ini dipilih karena menjadi lagu favorit Mahar dengan makna yang terdapat dalam lirik lagunya. Puisi Alam dari Fourtwenty adalah pilihan lagu Risang untuk lagu kedua. Risang memilih lagu ini karena menjadi track favoritnya diantara lagu lain yang terdapat dalam albumnya. Untuk lagu ketiga, saya memilihkan lagu Lost Cause dari Beck. Saya memilihkan lagu ini karena merasa cocok menjadi pengingat ketika kita kehilangan semangat untuk menulis, ingatlah kembali alasan kenapa kamu menulis.

Mau dengar alasan kenapa Mahar dan Risang menulis? Yuk langsung klik salah satu podcast player pilihanmu

if_soundcloud_173910

Via Soundcloud (klik icon)

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 4

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Wheeler’s Coffee Bandung

Software : Adobe Audition

Kenapa Kamu Menulis23-01