0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 14 (Mas Mas Mellow: Daily Mellow Drawing)

Dandelion-01

Aku harus menyalurkan hal – hal sentimental yang terasa lebih kuat akhir – akhir ini, kedalam bentuk yang konkret. Layaknya gembira, kesedihan pun perlu mendapat satu tempat khusus. Terinspirasi dari tiga sosok, Citra Marina, Annica Rizkiana & Amy Winehouse, lahirlah sebuah karakter Mas Mas Mellow yang menyalurkan kesedihan atau kekecewaan dalam bentuk yang konkret.

Aku menggambar Mas Mas Mellow dalam catatan harian dengan marker hijau dan merah. Gaya menggambar ini terinspirasi dari Choo Choo, karakter yang diciptakan oleh Citra Marina di buku You’re Not As Alone As You Think.

Choo Choo membawa sesuatu yang segar, dia seolah mewakili banyak suara yang tak terdengar karena kebanyakan mereka berteriak di dalam hati dan kepala saja. Dengan waktu cepat, Choo Choo menjadi sahabat para introvert karena konten yang dibagikan relate dengan apa yang mereka rasakan.

IMG_3051

Selain Citra Marina, Annica Rizkiana (Nica) adalah salah satu yang menginspirasiku. Karya kak Nica terasa sangat jujur dan mendalam. Secara garis besar, karyanya bercerita tentang isu depresi. Dibalik gambar – gambarnya yang lucu, ada kalimat – kalimat yang menggambarkan sesuatu yang ingin digapai, namun mengandung kesedihan yang tersirat. Aku bisa merasakan emosi yang disampaikan kak Nica lewat karyanya, terlebih dia memang menceritakan tentang pengalamannya secara gamblang.

Komik empat panel biasanya menjadi medium kak Nica untuk bercerita. Tinta hitam dengan latar putih seolah menambah kontras emosi dalam karya – karyanya.

IMG_3049

Salah satu bagian yang menarik di Au Revoir #6 Soft Bunnies Zine ini adalah rubrik Journal yang menampilkan dirinya bersama barang – barang diatas meja kerjanya yang besar. Dia bercerita kalau dirinya baru bisa bekerja ketika sendirian, hal itu berkaitan dengan riwayat depresinya yang diceritakan dalam halaman tersebut.

IMG_3048

Sosok terakhir yang menginspirasi Mas Mas Mellow adalah Amy Winehouse. Lirik yang tercipta dari dirinya begitu jujur dan apa adanya, dalam konteks yang baik. Aku tahu Amy bergelut dengan dirinya sendiri selama bertahun – tahun sampai akhirnya bergabung dengan 27 Club. Salah satu lirik dan musik dengan emosi terkuat menurutku adalah Love Is A Losing Game. Secara penulisan sangat rapi dan memiliki rima, secara musik terasa sangat sendu. I love this song so much.

For you I was the flame
Love is a losing game
Five story fire as you came
Love is losing game
One I wished, I never played
Oh, what a mess we made
And now the final frame
Love is a losing game
Played out by the band
Love is a losing hand
More than I could stand
Love is a losing hand
Self-professed profound
Till the chips were down
Know you’re a gambling man
Love is a losing hand
Though I battled blind
Love is a fate resigned
Memories mar my mind
Love is a fate resigned
Over futile odds
And laughed at by the gods
And now the final frame
Love is a losing game

credit to : petercruise (https://www.flickr.com/photos/36292117@N00/512846229/in/album-72157600263012218/)

Dari ketiga sosok tersebut, aku belajar bahwa karya yang mereka ciptakan terasa sangat jujur, sehingga mampu mewakili perasaan orang – orang yang sama – sama merasakan hal tersebut. Penyataan Choo Choo bahwa ‘You’re Not as alone as You Think’ menjadi sangat relevan bagi yang merasakan. Terimakasih Citra Marina, Annica Rizkiana & Amy Winehouse. Semoga Mas Mas Mellow ini bisa mewakili perasaan juga, setidaknya bagi saya, juga kamu jika berkenan.

Dengerin podcast episode ini via soundcloud ya (klik icon dibawah ini). Ada lagu Sampai Jadi Debu dari Banda Neira yang bisa kamu dengarkan juga dalam podcast kali ini.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 14

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Satu Segmen – Musik dimasukkan di akhir rekaman suara

Tempat : Kosan Bekasi

Software : Adobe Audition

Iklan
0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 12 (Dandelion Bantar Gebang) ft. Mya

Dandelion-01

“Tebar ilmu dan kebaikan, petik cinta dan kebahagiaan.” -Dandelion Bantar Gebang.

Awal perkenalanku dengan Dandelion Bantar Gebang berasal dari postingan di akun Annica Rizkiana (@autonica). Saat itu kak Nica membagi informasi rekrutmen volunteer untuk komunitas ini. Sedikit kepo, ternyata ini adalah komunitas berbagi pengalaman bersama anak – anak yang ada di TPST Bantar Gebang Bekasi yang bergerak di bidang pendidikan. Saat itu aku memang sedang mencari kegiatan akhir pekan yang lebih produktif di area Bekasi, maka bergabunglah dengan mendaftarkan diri. Tak menyangka, saya dengan non pengalaman kegiatan relawan, bisa diajak bergabung dalam komunitas ini. Seiring berjalannya waktu, aku penasaran dengan seluk beluk Dandelion Bantar Gebang dan aku ingin langsung mendengar dari pendirinya. Gayung bersambut, Pranamya Dewati (Mya) mau diajak untuk menceritakan dirinya bersama Dandelion Bantar Gebang.

IMG_0305

Kak Mya, saat kegiatan Dandelion Berbagi untuk Lombok.

Aku sempat membayangkan pengajaran dilakukan di tengah timbunan sampah. Ternyata tidak, setelah langsung berkunjung kesana untuk kali pertama, pengajaran dilakukan di pemukiman warga dan terpisah dengan kegiatan pengolahan sampah di TPST Bantar Gebang. Kegiatan Dandelion saat ini, diadakan setiap hari minggu siang. Mya bercerita tentang kondisi anak – anak disana saat dirinya menjumpai mereka. Saking jarangnya bertemu dengan dunia luar, awalnya mereka agak kurang percaya diri untuk berkomunikasi dengan orang baru. Dengan hal itu, kak Mya mencoba untuk membawa hak – hak anak ke dalam lingkup anak – anak yang berada disana. Ada beberapa metode pengajaran yang dibagi setiap minggunya– calistung, sejarah, seni, story telling, dan games edukatif. Sedikit banyak, kak Mya mulai merasakan perubahan yang positif dari anak – anak Dandelion Bantar Gebang. Mereka mulai lebih percaya diri dan berani berekspresi.

IMG_1085

Kak Mya saat melakukan pengajran lewat metode story telling.

Bagai Dandelion yang tertiup angin lalu terbang ke suatu tempat, Kak Mya berharap semangat berbagi Dandelion bisa menular dan tumbuh dimana saja. Kamu bisa mengenal kak Mya bersama kegiatannya di akun @dparanamya.

Mari bergabung bersama @new.dandelionbantargebang untuk berbagi bersama anak – anak yang ada di TPST Bantar Gebang.

dandeu

IG : @new.dandelionbantargebang

Satu lagu Hai Teman – Monita Tahalea dari album Dandelion bisa kamu dengarkan juga dalam sesi podcast kali ini. Yuk dengerin langsung via soundcloud (klik icon dibawah ini).

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 12

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Satu Segmen – Musik dimasukkan di akhir rekaman suara

Tempat : Dandelion Bantar Gebang Bekasi

Software : Adobe Audition

Dandelion1-01

0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 13 (Navigasi Coffee) ft. Dani & Aji

navigasi-01

Selama aku tinggal di Bekasi, aku belum menemukan tempat ngopi yang cocok secara suasana dan kopinya itu sendiri. Temanku merekomendasikan satu tempat ngopi yang ada di kampusnya. Lokasinya ada di jalan kalimalang kawasan cibatu cikarang, persis setelah kolong jembatan layang jika kamu datang dari arah bekasi. Navigasi coffee namanya.

IMG_1156

Saat pertamakali datang, saya agak canggung karena saya belum mengenal mereka, sedangkan teman saya sudah mengenal mereka karena sering berkunjung kesana. Aku memesan cappuccino saat itu, Aji dan Dani yang meracik kopinya. Mereka ‘bro banget’ terhadap siapapun yang datang ke kedai kopi mereka. Dari sana, aku mulai tertarik untuk ngobrol dan merekamnya dalam Popsmile Podcast.

IMG_1185

Aku datang kesana kali kedua dalam rangka merekam podcast bersama Aji & Dani. Waktunya cukul dadakan, saat itu temanku bilang bahwa dia sudah menyampaikan maksudku untuk membuat podcast bersama mereka. Aku menunggu sampai agak malam sampai pengunjung sepi agar mereka tidak terganggu dengan sesi rekamannya. Dalam podcast, mereka bercerita tentang sejarah, filosofi nama Navigasi dan juga tujuan mereka membuka kedai disana.

IMG_1170

Setelah sesi rekaman selesai, mereka nyanyi – nyanyi bareng sama temen – temen yang masih ada disana sampai kedainya tutup.

IMG_1193

a

Ada lagu Filosofi Logika juga yang kamu bisa dengarkan di sesi podcast kali ini. Selamat mendengarkan.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 13

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Satu Segmen – Musik dimasukkan di akhir rekaman suara

Tempat : Navigasi Coffee Cikarang

Software : Adobe Audition

navigasi1-01

1

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 11 (Jalan Hore Bandung) ft. Fasya

fasya-01

“Makasih gan informasinya,” komentarku dalam salah satu postingan blog Fasya Aulia.

Saya mengenal Fasya dari postingan blog http://www.fasyaulia.wordpress.com soal review salah satu cafe yang ada di Bandung. Saat itu saya sedang mencari temapat nongkrong yang cocok untuk budget anak kuliahan. Saya kagum dengan Fasya karena ada seseorang yang mau menuliskan review tempat – tempat nongkrong di Bandung oleh orang Bandung itu sendiri. Dari sana, pertemanan kami berlanjut ke instagram dengan saling mengikuti akun masing – masing.

20180819_154254A

Fasya Aulia

Feed instagram @fasyaulia ini rapi banget menurutku, tone-nya bikin adem mata dengan dominasi warna biru di beberapa postingannya.

Fasya menuliskan Bandung, cerita, ulasan makanan, ulasan musik dan hal lainnya. Cara menulis Fasya cukup unik menurutku. Di beberapa postingan, saya memperhatikan suka ada kalimat – kalimat menggelitik yang tau – tau muncul. Entah itu di awal tulisan, pertengahan ataupun akhir tulisan. Contohnya seperti ini :

Hari ini kerjaan lagi super santai, like a boss, padahal…MANA ADA BOS SANTAI-SANTAI WOY ELAH SUKA NGARANG AJA.

(dikutip dari https://fasyaulia.com/manfaat-ngeblog-versi-fasya/)

Fenomena menarik lainnya adalah, blog Fasya ramai akan pengunjung dan komentar. Entah itu ketika masih fasyaulia.wordpress.com, fasyaulia.com ataupun rumah paling barunya saat ini blogfsy.wordpress.com. Saya berasumsi kalau hal itu terjadi karena Fasya rajin berkunjung ke blog teman – teman lainnya, serta meninggalkan komentar atau like di postingan yang dia kunjungi. Selain itu dia memang termasuk orang yang ramah. Saya bisa bilang kalau Fasya ini blogger kesayangan teman – temannya.

Saat ini Fasya mempunyai project Jalan Hore Bandung bersama dua kawannya-Anggietta & Ardizza. Jalan Hore Bandung adalah rebranding dari Fasya & Friends yang merupakan cikal bakal terbentuk formasi saat ini. Sebagian besar tulisan di jalanhorebandung.com merupakan tulisan – tulisan tentang Bandung. Fasya bercerita kalau dia harus mengabadikan sebagian momen yang dirasakannya di Bandung. Hal itu terpikir karena semua teman yang berkunjung selalu berkata kalau Bandung itu ngangenin, mereka ingin tinggal berlama – lama andai saja tak punya urusan lain di kota masing – masing. Jalan Hore Bandung mempunyai empat kategori untuk tulisan – tulisannya, yaitu : Wisata, Kuliner, Event dan Jalan-in dulu aja (really? nyeredet banget haha). Fasya menuturkan dalam sesi rekaman podcast, kalau Jalan Hore Bandung ini adalah rumah bagi tulisan mereka bertiga. Baik buruknya tulisan, ya itu tulisan mereka.

Bagi Fasya, Bandung itu segalanya–tempat pulang, rumah, teman dan keluarga. Bandung selalu punya kejutan dengan caranya tersendiri.

Dalam sesi podcast kali ini, saya memilihkan lagu Puncak Pohon Bandung dari Dhirabongs yang cukup mewakili suasana Bandung lewat musik dan liriknya. Yuks dengerin langsung podcastnya 🙂

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 11

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Satu Segmen – Musik dimasukkan di akhir rekaman suara

Tempat : Kamar Tujuh Koffie Bandung

Software : Adobe Audition

fasya1-01

0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 10 (Silent Comic Bandoeng Tempo Doele) ft. Alis

alis-01

“Gimana sih cara buat menemukan style pribadi dalam menggambar?”

Satu pertanyaan diatas sering sekali saya dengar dari audience yang hadir dalam sesi tanya jawab tentang desain grafis dan ilustrasi dalam sebuah podcast yang dibawakan R.Hakim. Saya sendiri pun sering bertanya – tanya bagaimana caranya untuk menemukan style yang bisa menjadi ciri khas seseorang?

Jawaban dari pertanyaan itu bisa saya temukan dalam ilustrasi yang dibuat oleh Tsalitsa Kamila (Alis). Saya mengenal Alis dari seorang teman kuliah yang merupakan kakanya sendiri. Gambar yang dibuat Alis di DeviantArt membuat saya kagum dan mulai menyimak gambar – gambarnya. Disana dia sering membuat fan art, doodling dan juga karakter dengan suasana tertentu.

autumn_by_tsalitsa-d7o0efg

a landscape from (500)days of summer movie. water color+drawing pen on paper. Sumber : https://www.deviantart.com/tsalitsa

Beberapa waktu yang lalu, Alis merilis art print berbentuk postcard tentang “Bandoeng Tempo Doeloe”. Ada dua set postcard dalam seri ini, seri Surya dan seri Senja. Postcard yang dibuat menunjukan ilustrasi kota Bandung di akhir 1930an. Seluruh gambar dari seri kartupos ini diambil dari tugas akhir yang dikerjakannya.  Kegemarannya akan sejarah dan kota Bandung membuat Alis tergerak untuk mengerjakan tugas akhir dengan tema kota Bandung yang diberi judul “Baraga”.

IMG-20180818-WA00291

Sumber : dokumentasi @tsalitsak

Dari postcard dan tugas akhir yang dikerjakannya, saya penasaran tentang proses kreatif dan cerita dibalik karya tersebut. Beberapa waktu setelah postcard saya terima, saya mencoba untuk memberanikan diri mengajak Alis untuk berbagi dalam sesi Popsmile Podcast yang saya buat. Dalam sesi podcast, Alis bercerita tentang sejarah yang ingin dia bagi dalam bentuk yang lebih mudah dipahami–yakni ilustrasi.  ‘Baraga’ menceritakan tentang seseorang yang berkunjung ke kota Bandung dan secara tidak sadar kembali ke masa lampau lewat kereta yang ditumpanginya. Secara tersirat, Alis menunjukan bangunan – bangunan tempo doeloe dari tempat – tempat yang Baraga lewati.

IMG-20180818-WA00141

Sumber : dokumentasi @tsalitsak

Saya berkesempatan untuk melihat secara saksama karya Baraga dari Alis, dengan mata kepala saya sendiri. Saya menangkap sesuatu yang coba Alis sampaikan lewat ilustrasi tanpa teks atau ‘Silent Comic’ yang dia buat. Gambarnya memiliki kekuatan dari suasana yang dibangun, goresan garis dan juga warna yang dipilih. Alis punya ciri khas tersendiri untuk ilustrasi yang dia buat. Saya juga jadi mengerti kalau ‘style’ menggambar hanya bisa didapatkan lewat latihan dan kerja keras yang dilakukan secara terus menerus. Sekarang, saya cukup bisa mengenal gambar Alis hanya dengan melihat gambarnya saja.

IMG-20180818-WA0026

Giniris. OC from @tsalitsak

Alis sering mendengarkan musik instrumental saat sedang menggambar. Dalam sesi podcast kali ini, Alis memilihkan musik instrumental dari Explosion In The Sky – Postcard From 1952 dan Joe Hisaishi – The Promise of the World (Symphonic Winds) untuk didengarkan diela – sela obrolan.  Sebagai lagu penutup, saya memilihkan lagu Sigur Ros – Staralfur. Yuk langsung dengerin sesi ngobrol santai kami berdua.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 10

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Giggle Box Bandung

Software : Adobe Audition

alis2-01

0

Postinor (Podcast Ngomongin Orang) Podcast

Postinor (Podcast ngomonging orang) adalah sebuah podcast yang diisi oleh dua orang sahabat dengan tema ngomongin orang. Amel & Vinsen ngobrol ngalor ngidul soal hal yang menarik, juga hal yang sedang ramai jadi perbincangan dengan berbagai sudut pandang. Saya tahu postinor ketika mendengarkan podcast Suarane yang beberapa kali menyebut Postinor dalam podcastnya sehingga saya mulai penasaran buat dengerin mereka.

postinor1

Amel & Vinsen. Sumber : https://soundcloud.com/podcastinor

Saya mendengarkan mereka mulai dari episode S02E01: 1 Down, 99 More To Go! dan mundur sampai ke episode pertama mereka. Di episode itu, mereka ngobrolin soal perbandingan season pertama dengan season kedua yang baru mereka mulai di 2018. Mereka juga ngobrolin soal kredibilitas orang, pelecehan seksual dan Tinder. Di episode itu, mereka dibantu oleh rekan mereka Diky.

Saya suka dengan cara mereka membawakan podcast yang selalu menjelaskan konteks di awal, supaya pembahasannya lebih jelas. Kadang Amel mulai menceritakan masalah yang terjadi, lalu Vinsen menanggapi dengan sudut pandang darinya, bisa sejalan, bisa juga sudut pandang yang baru. Kadang juga Vinsen memulai obrolan dan Amel menanggapinya, lalu mereka memandang juga dari sudut pandang pria dan wanita.

Saya senang dengan cara mereka berbicara yang ‘Jakarta’ banget dengan istilah – istilah yang baru saya hapal ketika mendengar podcast mereka. Durasi podcast mereka cukup panjang, dari tiga puluh menit sampai enam puluh menit. Dengerin podcast mereka tuh gak kerasa banget, tahu – tahu udah finish aja di menit terakhir saking obrolannya ngalir secara natural. Yuk ikut dengerin podcast mereka disini. Oh iya dibanding ngomongin orang, mereka cenderung lebih banyak ngomongin diri mereka sendiri sih. *laugh*

postinor

Soundcloud Postinor. Sumber : https://soundcloud.com/podcastinor

0

Cerita Dibalik Popsmile Podcast 9 (Backstage Life) ft. Dwi

fdwi1-01

Saya kenal dengan F.Dwi saat menonton konser Tulus di Bandung, waktu itu kakaknya Dwi mengajaknya buat ikut nonton. Saya, Dwi dan beberapa teman yang ikut saat itu mulai menjadi teman nonton gigs yang ada di Bandung. Semenjak saat itu, Dwi mulai lebih sering menghadiri acara musik sampai menjadi penyelenggara acara musik.

20180721_130558

Saya pernah dengar cerita kalau Dwi lebih enjoy untuk berada di belakang layar dibanding menikmati musik sebagai penonton. Dwi merasa masa menjadi penonton sudah cukup dan mulai menyalurkan keresahannya untuk bergabung dalam satu acara musik. Dwi tergabung di tim Intimacy sebagai volunteer. Acara tersebut mengambil konsep keintiman antara musisi dan pendengarnya, sehingga hampir tidak ada jarak antara mereka.

ai

An Intimacy instagram feed. Sumber : https://www.instagram.com/anintimacy_/

Selain menjadi volunteer, Dwi punya personal project untuk teman – teman yang suka bikin mixtape. Dwi mengajak mereka untuk berkolaborasi membagikan playlist dengan artwork yang dibuat oleh masing – masing orang. Selanjutnya, Dwi ingin mengadakan offline showcase untuk mereka tampil.

ai2

Senses Journey instagram feed. Sumber : https://www.instagram.com/sensesjourney/

Perihal lagu, Dwi memilih lagu Little Prince dari Rich Brian sebagai lagu pertama dan lagu Vintage dari Nikki sebagai lagu kedua. Dwi memilih dua lagu itu karena memang lagi sering dengerin lagu dari dua musisi Indonesia yang berkarir di luar negeri. Sedangkan untuk lagu penutup, saya memutarkan lagu Memories That Last A Dream dari HMGNC karena pernah mendengarkan lagu ini langsung bersama Dwi ketika datang ke launching single terbarunya. Semua cerita Dwi bisa kamu dengarkan di soundcloud.

if_soundcloud_173910

via soundcloud

Atau bisa didengarkan dengan cara mencari ‘Popsmile Podcast’ di beberapa platform podcast pilihan kamu

pod

Data Teknis Popsmile Podcast 9

Alat Perekam : Samsung A6+ (2018) – Aplikasi Bawaan

Micropohone : Clip On + Rode SC6 Dual Input Microphone

Metode Rekaman : Potongan Tiga Segmen – Musik dimasukkan diantara rekaman suara

Tempat : Kineruku Bandung

Software : Adobe Audition

fdwi11-01